SOLO, MettaNEWS – Peserta parade Berkebaya Bersama Ibu Negara membludak. Dari target awal sebanyak 1000 peserta melonjak menjadi 2500 peserta. Panitia terpaksa harus menutup pendaftaran event yang diinisiasi oleh Ibu Negara Iriana Joko Widodo bersama Himpunan Ratna Busana (HRB) Surakarta ini.
Semua peserta yang sudah terdaftar dan sudah mendapatkan tiket akan berjalan mengiringi Ibu Negara Iriana Joko Widodo dari Rumah Dinas Wali Kota Solo Loji Gandrung menuju Ndalem Wuryoningratan, Minggu (2/9/2022).
Ketua HRB Surakarta Danarsih Santosa Doelah menuturkan Berkebaya Bersama Ibu Negara merupakan inisiasi dari Iriana Joko Widodo yang mengupayakan agar kebaya dapat diakui oleh Unesco sebagai warisan budaya tak benda.
“Pembentukan HRB di Surakarta, tidak bisa lepas dari Ibu Iriana Jokowi. Waktu itu Pak Jokowi masih wali kota Solo. Dengan adanya gerakan kebaya go to Unesco, beliau mengingatkan bahwa kebaya asalnya dari Solo. Beliau meminta untuk membuat gerakan ini. Bahkan beliau memastikan akan datang dan mengajak seluruh istri menteri dan gubernur,” ungkap Danarsih pada jumpa pers Berkebaya Bersama Ibu Negara di Sunan Hotel Solo, Rabu (28/9/2022).
Danarsih mengatakan, HRB sudah melakukan audiensi dan koordinasi dengan Iriana saat ke Solo pada Kamis (22/9/2022).
“Bu Ana mengatakan gerakan ini memang beliau inginkan untuk mendukung kebaya goes to Unesco. Jadi tanggal 2 Oktober 2022 nanti kita akan berjalan bersama Ibu Negara dengan berkebaya,” tuturnya.
Ketua Panitia Berkebaya Bersama Ibu Negara, R.Ay Febri Hapsari Dipokusumo menjelaskan, antusiasme masyarakat khususnya ibu-ibu sangat tinggi. Hal ini terlihat dari membludaknya peserta melebihi target. Febri menyebut panitia terpaksa menutup link pendaftaran karena peserta sudah melebih target dan mencapai 2500 orang.
“Untuk pendaftaran sudah kami tutup. Kami ingin memberi kenyamanan bagi semua peserta sehingga tidak bisa menerima peserta lagi. Untuk yang ingin ikut dan berkebaya bisa memeriahkan sebagai penonton di sepanjang jalan parade nanti,” jelas Febri.
Febri mengatakan Berkebaya Bersama Ibu Negara mempunyai tujuan khusus yakni mendukung penetapan hari kebaya, mendukung penetapan kebaya sebagai warisan budaya tak benda, mendukung usulan kebaya sebagai warisan budaya dunia Unesco.
“Kami berharap besar kegiatan ini dapat menggaungkan semangat dan menjadi tonggak momentum bersejarah dan jika diakui Unesco penetapannya dilakukan di Solo,” tandas Febri.
Febri menekankan, masyarakat yang mendaftar wajib membawa bukti tanda masuk.
“Ibu Iriana akan disambut 35 Perempuan Mandiri saat sampai di Loji Gandrung, mereka terdiri dari bakul jamu gendong, lenjongan, pecel gendar, keleman, jenang, cabuk rambak, pesinden jalanan, buruh gendong, abdi dalem. Mereka kita libatkan karena mereka masih menggunakan kebaya dan kain batik dalam kerja sehari-hari,” papar Febri.
Jumpa pers juga dihadiri Kepala Perwakilan Bank Indonesia Surakarta Nugroho Joko Prastowo yang sangat mendukung pelestarian budaya milik bangsa.
“Kami mendukung dan mensupport penuh Berkebaya Bersama Ibu Negara. Ini sebagai bentuk dukungan terhadap upaya kita untuk nguri-uri, melestarikan budaya leluhur terkait kebaya. Sebagai upaya membawa kebaya goes internasional agar dapat diakui Unesco,” imbuh Joko.
Joko juga mengatakan, Bank Indonesia mempunyai tugas mendukung percepatan pemulihan ekonomi di Surakarta. Pelaksanaan event ini melibatkan UMKM. Akan banyak produk UMKM Solo dan sekitarnya sebagai oleh-oleh. UMKM dengan produk pendukung kebaya seperti jarik, kebaya, aksesoris, selendang, selop. juga oleh-oleh kuliner seperti teh dan lainny
“Ini juga untuk mendukung gerakan bangga pada produk Indonesia dan gerakan mendukung wisata Indonesia. Kita dukung dengan digitalisasi lewat transaksi QRIS. Diharapkan lewat event ini semakin mempercepat pemulihan dan pertumbuhan ekonomi,” tutup Joko.








