Pasar Malam Sekaten Dinilai Kumuh, Event Organizer Klaim Lebih Bagus dari Sebelumnya

oleh
Sekaten
Pengunjung memadati area Pasar Malam Sekaten Keraton Surakarta, Rabu (21/9/2022) | MettaNEWS / Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS – Pihak event organizer (EO) Diana Ria Enterprise tak setuju jika Pasar Malam Sekaten Keraton Surakarta dikatakan kumuh oleh masyarakat. Dalam waktu 4 hari, event ini sudah panen  keluhan dari masyarakat. Khususnya bagi yang berkunjung, mereka menilai kebersihan Pasar Malam Sekaten tak terjaga. Banyaknya sampah yang berserakan membuat pengunjung tak nyaman.

Mendengar hal ini, Penasehat EO Diana Ria Enterprise, Muntohar angkat bicara. Meski banyak aduan ke Pemerintah Kota Solo, pihaknya menilai event Sekaten tahun ini lebih baik dari yang sebelumnya.

“Sekaten kumuh? Untuk yang sudah-sudah penataan Sekaten dengan yang dulu dengan sekarang, bagus ini rapi ada akses keluar masuk nggak semrawut,” kata Muntohar saat dihubungi MettaNEWS via telepon, Rabu (21/9/2022).

Baginya keluhan seperti kehilangan helm, kantong parkir yang tak memadai maupun kebersihan yang kurang maksimal merupakan hal yang wajar.

“Event sempurna itu nggak mungkin, pasti selalu ada kekurangan, kritikan dan masukan. Saya senang menerima masukan, untuk membantu EO kami menjadi lebih baik,” katanya.

Untuk menjaga kebersihan, pihaknya mengaku telah berkoordinasi Dinas Lingkungan Hidup. Baik di area Pasar Malam Sekaten, baik di Alun-alun Kidul maupun Alun-alun Lor.

Namun diakui, banyaknya pengunjung khususnya pada jam-jam ramai di malam hari, membuat potensi bertambahnya sampah.

“Sore pukul 17 hingga 21 itu, pengujung mulai berdatangan. Mereka merasa bebas di lapangan, membuang sampah sembarangan. Ngumpul bareng-bareng dengan sahabat atau keluarga, sampahnya ditinggal,” terangnya.

Untuk itu, pembersihan sampah dilakukan setelah tutup sekira pukul 23.00 WIB. Alasannya, jika dibersihkan sore hari sampah tetap akan ada saat malam hari.

Muntohar pun mengakui, pedagang saat mendaftar berjualan di Sekaten, uang pendaftaran sudah mencakup biaya kebersihan. Selain menyiapkan petugas dari Dinas Lingkungan Hidup, panitia juga menyiapkan tempat sampah dalam jumlah cukup. Namun, karena kesadaran pengunjung yang minim, sampah tetap bertebaran di mana-mana.

Bahkan yang sempat disoroti publik, ketika Minggu pagi lalu sampah dibiarkan menumpuk hingga siang hari. Tentang kejadian itu, Muntohar berkilah saat itu petugas kebersihan lebih dulu bertugas di Car Free Day, baru jam 11 mengambil sampah Sekaten.

“Positifnya, namanya orang cari rezeki, kalau nggak ada sampah artinya malah sepi. Kalau banyak sampah artinya acara kami sukses, yang jualan laris, EO bangga senang,” tutupnya.