Keluhan Publik tentang Sekaten, dari Pengamen Nakal hingga Tarif Parkir Rp 20 Ribu

oleh
Sekaten
Kantong parkir di Pasar Malam Sekaten Keraton Surakarta, Rabu (21/9/2022) | MettaNEWS / Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS – Pergelaran Pasar Malam Sekaten Keraton Surakarta banjir keluhan dari publik Solo. Keluhan ini datang sejak event dibuka pada Jumat (16/9/2022) lalu di antaranya pencurian, tarif parkir mahal, sampah yang menumpuk, hingga pengamen nakal.

Lantaran hal ini pihak event organizer (EO) Diana Ria Enterprise mengikuti pertemuan dengan Pemerintah Kota Solo dan Keraton Surakarta untuk membahas segala permasalahan Pasar Malam Sekaten.

Penasehat EO Diana Ria Enterprise, Muntohar seusai pertemuan Rabu (21/9) mengatakan, pihaknya tidak menutup telinga atas semua keluhan. Pun apa yang menjadi arahan dari aparat pemerintah hingga Wali Kota Gibran Rakabuming Raka, akan diperhatikan dan dilaksanakan. 

“Misalnya tentang pengamen, sebetulnya kami mau melarang orang kecil juga nggak enak, tapi kalau Pak Wali menghendaki tidak ada pengamen, akan kita larang. Kami akan berkoordinasi dengan Satpol PP, Polsek Pasar Kliwon untuk menertibkan,” kata Muntohar saat dihubungi MettaNEWS via telepon. 

Tentang masalah lain yakni parkir kendaraan yang mahal,  Muntohar mengaku tidak bisa berbuat apa-apa. Dia mengakui, tarif parkir motor Rp 5.000 sedangkan mobil Rp 20.000. Masalahnya, aktivitas parkir itu berada di luar area yang dikelola EO.

“Seribu rupiah saja kami tidak dapat, itu untuk kas karang taruna setempat. Apalagi yang Alkid yang mengelola pihak Keraton,” terangnya.

Dewan Adat Keraton Membantah

Keterangan Muntohar itu, dibantah oleh Lembaga Dewan Adat Keraton Surakarta. KRMH Suryo Kusumo Wibowo menyebut, Sekaten tahun ini dikelola oleh dua pihak, EO Diana Ria Enterprise mengelola kawasan Alun-Alun Utara dan Selatan. Sedangkan Dewan Adat mengelola kawasan Pagelaran.

Ia menyebut, tarif parkir bukanlah wewenang Keraton, melainkan masyarakat kawasan sekitarKeraton yang membuat kantong-kantong parkir secara mandiri mengambil kesempatan Sekaten untuk memperoleh pendapatan.

Tentang persoalan sampah yang juga dikeluhkan, GKR Wandasari alias Gusti Moeng selaku penasehat Dewan Adat mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup untuk mengangkut sampah setiap hari.

“Itu dibersihkan setiap hari, petugasnya dari Dinas Lingkungan Hidup, mendatangkan mobil pengangkut sampah,” kata Gusti Moeng.