SOLO, MettaNEWS – Fogging Katresnan Solo kian aktif melakukan penyemprotan obat Demam Berdarah Dengue (DBD) di beberapa wilayah di Kota Bengawan. Salah satunya di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Homeschooling Kak Seto di Mangkubumen, Solo.
Sejak 2020, Fogging Katresnan secara suka rela menyemprotkan obat guna mencegah adanya DBD. Setidaknya puluhan ribu rumah warga maupun lokasi yang nampak kumuh telah terselamatkan dari ancaman nyamuk Aedes Aegypti. Tak hanya perihal DBD, Fogging Katresnan juga ikut berperan aktif menyemprotkan disinfektan saat virus Covid-19 merajalela.
Koordinator Fogging Katresnan Solo, Surono menyebut sudah sekira 3 ribu liter obat telah disemprotkan. Tim ini dapat secara khusus datang maupun dipanggil.
“Ini sudah 2 tahun lebih, sejak pandemi kita sudah aktif melakukan kegiatan seperti ini, mungkin sudah puluhan ribu rumah yang kita fogging, mungkin lebih dari 3 ribu liter,” ucapnya kepada MettaNEWS, Jumat (2/9/2022).
Sejauh ini pihaknya terbuka dalam menerima permohonan penyemprotan gratis oleh warga Solo.
“Tergantung permintaan, kalau ada permohonan langsung kita eksekusi. Gratis total. Biasanya kami memang mencari tempat yang sekiranya berpotensi menimbulkan sarang nyamuk itu kami eksekusi sendiri tanpa ada permintaan,” terangnya.
Dalam sepekan, timnya terus bergerak untuk melakukan misi baik ini. Terlebih sejak Maret hingga September ini, permintaan terus meningkat lantaran tingginya persebaran nyamuk di beberapa lokasi.
“Untuk DBD permintaan sangat banyak sekali, bahkan kita sempat kewalahan karena supply obat kita agak tersendat tetapi Puji Tuhan ini sudah datang semua kalaupun nanti permintaan warga yang banyak kita sudah ready obatnya, sekarang kita punya suplai 200 liter obat yang bisa dipakai sebulan ke depan,” terangnya.
Pun dalam hal personel, Fogging Katresnan yang hanya diikuti segelintir anggota aktif ini juga tak kalah keteterannya dalam melayani permintaan.
“Mungkin kendalanya di personel karena saat ini kita hanya 7 personel yang siap ready setiap hari, kalau dulu banyak sih pas Covid-19 ada 16 lebih,” paparnya.
Dengan keterbatasan yang ada, timnya akan selalu siap melanjutkan kegiatan tersebut demi terciptanya lingkungan sehat. Meski bukan solusi akhir, pihaknya juga meminta masyarakat bekerjasama dengan menjaga kebersihan lingkungan.
“Walaupun fogging ini bukan solusi yang terakhir ya, tetep yang harus dilaksanakan itu menjaga lingkungan, menutup tempat-tempat yang berpotensi sarang nyamuk. Tetapi yang jelas, dengan adanya fogging ini sugesti masyarakat terhadap penyebaran DBD akan membantu mereka untuk kebal,” tutupnya.
Sementara itu, General Affair PKBM Homeschooling Kak Seto, Sigit Eko Purnomo menyebut fogging ditempuh sebagai upaya preventif sebelum adanya korban jiwa DBD.
“Kasus sejauh ini belum ada cuma untuk pencegahan karena akhir-akhir ini banyak nyamuk sejak pagi kami ada kegiatan belajar mengajar (KBM) takutnya malah mendatangkan penyakit,” terang Sigit.
Tempat belajar non formal ini sebelumnya telah melakukan antisipasi mandiri dengan penyemprotan kelas sebelum KBM dimulai. Namun cara ini tak dapat menjangkau semua area PKBM. Sehingga pihaknya meminta Fogging Katresnan untuk melakukan antisipasi secara menyeluruh.








