SOLO, MettaNEWS – Peralihan energi menjadi gerakan yang terus dijalankan oleh berbagai pihak di Indonesia. Dari energi bahan bakar minyak yang dikonversi beralih ke energi listrik.
Salah satunya adalah mobil listrik di Indonesia yang semakin banyak penggunanya. Bahkan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meminta kepada dinas – dinas di Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk beralih menggunakan mobil listrik.
Selain sebagai upaya merawat keberlangsungan lingkungan, sekaligus untuk mengurangi penggunakan bahan bakar dari fosil di Kota Semarang.
Senada, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming juga terus mensosialisasikan penggunaan mobil listrik di Solo. Pihaknya juga berencana akan beralih ke mobil listrik jika ada pengadaan mobil dinas di Pemkot Surakarta.
“Ya bagus itu penggunaan mobil listrik untuk armada transportasi di Balai Kota Surakarta. Sementara ini belum ada rencana pengadaan soalnya. Ya nantilah kedepan, mungkin kalau ada pembaharuan atau peremajaan armada idealnya ya listrik,” ungkap Gibran di Balai Kota, Rabu (1/9/2022).
Gibran menyebut penggunaan mobil listrik ini mendukung eco green di lingkungan kerjanya.
“Setuju dengan konsep eco green. Selain ramah lingkungan mobil listrik ini kan jadi salah satu moda transportasi masa depan,” tutur Gibran.
Soal rencana penggunaan mobil listrik untuk mobil dinasnya, Gibran mengaku dalam waktu dekat belum ada rencana pengadaan dan penggantian mobil dinas juga belum diperlukan.
“Belum ya, kalau saya dalam waktu dekat belum ada ganti mobil dinas,” terang Gibran.
Untuk mendukung penggunaan mobil listrik di lingkup Balai Kota, Gibran menyebut akan menyiapkan untuk infrastruktur pendukungnya.
“Tentu akan kita siapkan fasilitas Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU),” terang Gibran lagi.
Namun, Gibran menginginkan SPKLU yang bisa lebih cepat mengisi daya mobil listrik, hal ini untuk mempercepat kinerja dan mobilitas ASN.
“Wajib kita sediakan SPKLU wajib, dan SPKLU yang fast charging ya seperti yang di G20 Bali,” pungkasnya.








