SOLO, MettaNEWS – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Solo menyelenggarakan kegiatan Gladi Kesiapsiagaan Terhadap Bencana Kota Solo Tahun 2022 di Hotel Megaland, jalan Slamet Riyadi, Selasa (30/8/22).
Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kemampuan personel dalam kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Selain itu, untuk memberikan sosialisasi dan edukasi kepada pelaku usaha dan masyarakat agar dapat meningkatkan kemampuan dan menjadikan Kota Solo menjadi kota yang tangguh bencana.
Dalam gladi tersebut, dilakukan simulasi kejadian gempa bumi, angin puting beliung dan kebakaran yang dimungkinkan terjadi. Dengan tujuan untuk pengurangan risiko bila terjadi bencana.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Solo, Nico Agus Putranto mengatakan, kegiatan tersebut merupakan program yang melibatkan seluruh komponen, baik TNI, Polri, relawan, organisasi perangkat daerah (OPD) dan dinas terkait.
“Ini wujud koordinasi dan kolaborasi kami. Sehingga, seluruh masyarakat Kota Solo supaya bisa tangguh bencana,”ungkapnya.
Nico menjelaskan, pelaksanaan di Hotel Megaland karena BPBD mempunyai keinginan agar para pengelola atau pemilik usaha yang fasilitas gedung bertingkat dapat memperhatikan dan mengurangi risiko korban.
“Termasuk peningkatan kemampuan petugas dan para tamu yang ada di dalam gedung. Maka ini menjadi edukasi yang baik sehingga apabila terjadi bencana, para petugas, pengelola atau pemilik usaha dan tamu tempat usaha dapat mengetahui dan dapat mengatasi situasi. Sehingga risiko bencana dapat diperkecil,” pungkas Nico.
Sementara itu, dalam amanat wakil wali kota Solo Teguh Prakosa memberikan apresiasi atas diselenggarakannya apel tersebut.
“Kegiatan ini menjadi titik awal dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap ancaman bencana di sekitar kita termasuk sekolah, kantor-kantor, terutama gedung bertingkat,” terangnya.
“Pemkot Solo terus berupaya mengedukasi masyarakat agar dapat berkontribusi dalam meningkatkan kesiapsiagaan ini. Untuk semakin mengedepankan perspektif bencana sesuai ruang lingkup masing-masing sehingga kemungkinan buruk dapat ditekan seminimal mungkin,” Pungkasnya.








