SOLO, MettaNEWS – Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengenang persahabatan dan rasa kekeluargaan yang terjalin dengan keluarga besar pendiri PT Sritex Haji Muhammad Lukminto.
Datang ke Rumah Duka Thiong Ting di Jalan Kolonel Sutairto Nomor 79 Jebres Solo tempat jenazah istri pendiri PT Sritex Tbk Susyana Lukminto disemayamkan, Jumat (26/8/2022). Tak sendirian, SBY datang bersama dua putranya Agus Harimurti Yudhoyono dan Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) untuk memberikan doa dan penghormatan terakhir sebelum dimakamkan pada Sabtu (27/8).
Kedatangannya disambut kedua putra mendiang Susyana Lukminto, Iwan Kurniawan Lukminto dan Iwan Setiawan Lukminto yang mengantarkannya ke depan peti jenazah Susyana Lukminto memberikan doa dan penghormatan terakhir.
“Saya mengucapkan belasungkawa serta keluarga atas wafatnya ibu Susyana Lukminto dengan doa dan harapan semoga beliau diterima oleh Tuhan Yang Maha Kuasa hidup tenang di taman keabadian,” kata SBY dihadapan keluarga dan pelayat yang hadir, Jumat (26/8/2022).
Selain memberikan ucapan belasungkawa, SBY Kembali mengenang persahabatan yang terjalin dengan pendiri pabrik tekstil dan garmen terbesar di Asia Tenggara itu.
“Saya ingin memberikan testimoni tentang persahabatan dan hubungan baik keluarga kami dengan keluarga bapak Lukminto, semoga teatimoni saya ini menjadi bagian dari sejarah keluarga besar Lukminto dan juga menjadi catatan serta dokumentasi yang baik,” katanya.
Dikatakannya, persahabatan yang terjalin begitu tulus dari hati dari masa ke masa jauh sebelum ia menjabat sebagai orang nomor 1 di Indonesia tahun 2004 silam.
“Persahabatan keluarga kami dengan keluarga besar Lukminto adalah persahabatan yang tulus, persahabatan dari hati, bahkan persahabatan ini berlangsung sejak sebelum saya menjadi presiden kemudian selama 10 tahun menjadi presiden dan bahkan masa-masa setelahnya tidak berubah, karena persahabatan kami sekali lagi adalah persahabatan yang tulus persahabatan yang berangkat dari hati dan punya niat dan tujuan yang baik,” terang SBY.
Tak ada campur tangan politik maupun bisnis diantara keduanya, dikatakannya keluarga Haji Muhammad Lukminto selalu ada di masa-masa sulitnya kehidupan SBY.
“Tidak ada politiknya sama sekali tidak ada bisnisnya sama sekali betul-betul true friendship saya masih ingat ketika saya belum menjadi apa-apa dalam arti belum menjadi presiden, saya baru kehilangan posisi dari kabinet boleh dikatakan pengangguran mantan Menkopolham dulu pak Lukminto yang mengundang saya beserta keluarga besar ke Solo,” ungkapnya.
“Dan subhanallah Pak Lukminto sekeluarga menyambut saya dengan baik bahkan saya diminta memberikan pencerahan kepada manajemen Sritex dan dipertemukan dengan para karyawan dan meninjau sebagai sahabat dan kemudian berlanjut ke tali persahabatan yang indah setelah itu antara keluarga kami dengan keluarga pak Lukminto,” terangnya.
Hubungan ini terus berjalan baik hingga ia terpilih menjadi Presiden RI ke-6. Pun dalam pernanannya, pendiri PT Sritex itu ikut memberikan solusi masalah krisis ekonomi nasional yang terjadi di masa jabatannya.
“Kemudian ketika saya memimpin Indonesia saya buktikan saya tidak pernah melupakan dan tidak pernah putus melaksanakan persahabatan dengan pak Lukminto saya lihat ikut memberi solusi ketika ada masalah-masalah ekonomi nasional termasuk ketika ada krisis tahun 2008-2009 beliau dengan teman-teman dunia usaha terbuka dan terus terang kepada saya pandangan-pandangan dunia usaha bagaimana solusi agar Indonesia tidak terjatuh dalam krisis tentu itu sangat saya perlukan karena bentuk pemerintah akan bekerja dan berupaya sekuat tenaga baik dengan pemerintah pusat dengan daerah dengan kalangan ekonom teknokrat tapi pandangan dunia usaha sangat-sangat penting disitulah pak Lukminto yang sering didampingi bu Lukminto dan keluarga benar-benar menjadi bagian dari solusi,”







