SOLO, MettaNEWS – Jalan lingkungan terpaksa ditutup sebentar untuk lalu lintas, tiang bendera mendadak dipasang di badan jalan. Pagi itu, sekelompok warga RT 01 RW 12 Kelurahan Banyuanyar, Kecamatan Banjarsari, Solo memperingati ulang tahun ke-77 Proklamasi Kemerdekaan RI.
“Dua tahun kemarin tidak bisa upacara karena pandemic Covid-19, tahun ini semangat warga jadi sangat tinggi. Lihat ini semuanya spontan berdandan dengan kostum unik,” tutur
Tentu, bukan upacara yang sempurna seperti yang melibatkan anggota militer atau Paskibraka terlatih. Bahkan sebagian petugas inti upacara justru ibu-ibu yang tak terbiasa dengan baris berbaris.
Seperti trio pengibar bendera, Ny Samsul, Ny Ari dan Ny Narmo terlihat sedikit kagok saat berbaris, juga pemimpin upacara Ny Niniek mungkin terdengar sedikit kurang tegas saat melapor ke pembina upacara, Gunarwan yang juga ketua RT.
Namun, upacara itu berjalan khidmat, dan setelah usai warga pun makan bersama nasi soto yang sudah disiapkan. Semua tampak senang, bersemangat.
Wahyu Komarudin, ketua panitia peringatan Hari Kemerdekaan menyebut, kegembiraan tahun ini karena warga kembali bisa berkumpul dan merayakan 17 Agustus secara langsung. Setelah sebelumnya, dua tahun terpaksa diadakan secara online.
“Meski secara online, ya tetap harus dirayakan karena ini moment istimewa bagi bangsa. Perayaan 17 Agustus selalu ada. Tahun lalu kami membuat lomba secara daring. Misalnya lomba menyanyi, warga merekam dengan video, kemudian mengunggahnya di WA group, dan dipilih pemenangnya,”imbuhnya.
Tahun ini, selain menggelar upacara bendera di jalan kampung, peringatan Hari Kemerdekaan juga diisi dengan kegiatan lomba-lomba ceria, jalan sehat dan malam tirakatan.








