SOLO, MettaNEWS – Satu ekor kebo Keraton Surakarta mati siang ini, Sabtu (6/8/2022).
Kebo muda bernama Gino sebelumnya mengalami kejang sejak Jumat kemarin pagi. Tak diketahui penyebab pastinya anakan kebo berusia 14 bulan ini kejang. Sang pawang kebo, Heri Sulistyo mengatakan Gino tiba-tiba kejang dan terjatuh keluar dari Kandang Mahesa Pusaka sisi timur. Lantaran hal ini, Gino mengalami luka-luka.
Dokter hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) yang datang untuk memeriksa telah memberikan pertolongan berupa infus.

“Tidak mau makan, sebelumnya dikasih degan masuk sedikit-sedikit dikasih garam sedikit, giginya itu nutup, badannya kaku mata melotot seperti step, sebelumnya diinfus nafasnya kencang, terus dielus-elus anteng terus ayan lagi dari tadi malam,” kata Heri kepada MettaNEWS, Sabtu (6/8/2022).
Selama semalaman ia dan pawang kebo lainnya berjaga di kandang. Sembari terus memeriksa kondisi Gino, pihaknya menghubungi dokter hewan lagi. Namun tak ada petugas yang datang lantaran sedang bertugas di luar kota. Akhirnya kebo muda ini tak mampu berjuang lagi dan mati setelah azan zuhur. Kebo ini merupakan anak dari kebo jantan Kyai Jabo dan kebo betina Sogi yang sama-sama berusia 5 tahun.
Melihat kondisi klinis seperti kejang dan kembung, Agus Sasmito Kepala Bidang Veteriner DKPP mengatakan kebo tersebut diindikasi terkena tetanus.
“Dugaan awalnya ada kejang, kembung, ada dua gejala yang masih kita periksa kemungkinan tetanus,” kata Agus kepada MettaNEWS.
Melihat dari gejala, pihaknya menyebut hal ini tak menular ke kebo yang lain. Namun pihaknya masih akan menunggu hasil laboratorium dan koordinasi dengan DKPP.
“Tidak menular tapi belum tahu juga, kurang lebih satu minggu keluar hasil dari laboratorium. Dari pihak Keraton juga nggak memungkinkan untuk mengizinkan dibedah atau diautopsi,” terangnya.
Kebo jantan ini sebelumnya juga telah membaik setelah diinfus pada sore harinya. Namun kondisi kembali memburuk sejak pagi tadi.
“Dinfus dari DKPP Provinsi Jateng sejak kemarin, kemarin kita dilapori kebonya tiba-tiba ambruk jatuh jadi langsung kesini, kita lakukan pengobatan dan kontrol sorenya kondisinya membaik tadi pagi dilapori kejang-kejang epilepsi kebetulan kita di luar kota agak terlambat datang dan cari obat dulu tadinya,” bebernya.
Selanjutnya pihaknya akan melakukan koordinasi dengan tim untuk menindak lanjuti kasus ini. Saat ini Gino akan dikubur di sisi timur Kandang Mahesa Pusaka Alun-alum selatan Solo. Sesuai tradisi Gino dikubur tak jauh dari tempat ia mati. Prosesi pengunburan sama yakni dengan ditaburi bunga di dalam kuburnya sedalam satu meter. Hingga berita ini diturunkan kebo ini masih belum dikubur.









