Sempat Mati Suri saat Orde Baru, Begini Sejarah Barongsai di Kota Solo hingga Eksis Kembali

oleh
barongsai liong samsi
Kesenian barongsai dan liong samsi, saat ini sudah semakin akrab dan diterima warga Solo | Bagus Selo

SOLO, MettaNEWS – Kesenian etnis Tiong hoa, Barongsai sudah begitu jamak di Kota Solo, bahkan di seluruh Indonesia. Banyak yang tak ingat, barongsai dan beragam kebudayaan China lainnya, pernah dipaksa untuk menghilang saat rezim Orde Baru berkuasa.

Hal ini disampaikan oleh penasehat Federasi Olahraga Barongsai Indonesia (FOBI) Kota Solo sekaligus pengurus Perkumpulan Masyarakat Surakarta (PMS) Sumartono Hadinoto.

Menurut Sumartono Hadinoto, ketika reformasi memberikan kebebasan pada warga, kebudayaan Tionghoa pun menggeliat bangkit, termasuk barongsai.

“Tahun 1999 itu kami mendatangkan perkumpulan barongsai dari wilayah Semarang dan Salatiga. Awalnya memang banyak yang ragu, masih takut-takut. Tapi akhirnya banyak yang mendukung. Masyarakat luas menyambut terbuka. Bahkan saat itu beberapa partai baru yang merupakan buah reformasi, menggunakan kesenian barongsai  saat deklarasi dan acara-acara mengumpulkan massa lainnya.

Dengan gebrakan itulah kebudayaan Barongsai di kota Solo maupun di Indonesia dapat kembali eksis hingga saat ini.

Kamis (28/7/2022) kemarin, FOBI menggelar musyawarah untuk memilih pengurus baru. Ketua terpilih, Henry Susanto mengungkapkan siap menjaga dan melestarikan kesenian barongsai sebagai aset kebhinekaan di Kota Solo.

“Dulu di awal saya masih ingat, tahun 1999 itu saat Imlek, Barongsai kami tampilkan keliling jalan menghibur masyarakat kota Solo sekaligus menunjukkan bahwa kesenian Tionghoa ini bagus,” ungkapnya saat di temui MettaNEWS di Yayasan Tripusaka Kamis (28/7).

Seiring dengan perkembangan zaman barongsai ini tidak hanya menjadi show atau tontonan tapi menjadi olahraga yang dilombakan. Hal ini ditandai dengan terselenggaranya kompetensi daerah Kejurda (kejuaraan daerah) 2007 dan Kejurnas (Kejuaraan Nasional) 2017 yang diselenggarakan PMS.

Perkumpulan Barongsai semakin lama semakin banyak dan ahkirnya dihimpun dengan nama Persobarin (Persatuan Olahraga Barongsai Indonesia).

“Awalnya dengan nama itu tapi berubah nama menjadi FOBI (Federasi Olahraga Barongsai Indonesia) seperti saat ini, yang sudah masuk dan diakui KONI,” ungkapnya.

Selain itu Henry menggunakan saat ini FOBI Solo sudah kembali aktif kembali lantaran sebelum harus vakum karena pandemi Covid-19. Hal itu ditandai dengan terselenggaranya Musyawarah Kota FOBI Solo di Gedung PMS Rabu (27/7/2022) Malam.

Dan saat ini FOBI Solo mencakup 6 perkumpulan Barongsai antara lain Tripusaka, Macan putih, Budi dharma, Tian en, Luwes Group dan Sparta Polresta.