SOLO, MettaNEWS – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Solo menyerahkan 15 unit hadiah senilai Rp 200 juta pada Gebyar Hadiah Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Tahap 1 Tahun 2022, Rabu (6/7). Terdapat 3 jenis hadiah yakni 5 unit sepeda motor, 5 unit kulkas dan 5 unit televisi LED 42 inci yang diserahkan ke 15 pemenang di Balai Kota Solo.
Pemenang Gebyar Hadiah ini tercatat ke dalam 50 pembayar tercepat selama periode pembayaran PBB pada Januari hingga Mei 2022. Hadiah diserahkan langsung oleh Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka, Sekretaris Daerah (Sekda) Ahyani, dan Kepala Bappeda Kota Solo Tulus Widajat.
Kepala Bappeda Kota Solo, Tulus Widajat mengatakan program ini dimaksudkan untuk mendorong percepatan wajib pajak PBB warga Solo.
“Bermanfaatlah bagi masyarakat dan meningkatkan motivasi kepada yang lain supaya nanti bisa membayar PBB pada awal waktu,” kata Tulus kepada MettaNEWS, Rabu (6/7/2022).
Tak berhenti di tahap satu, nantinya tahap kedua akan dilakukan pada Oktober mendatang. Bahkan hadiahnya tak main-main.
“Ada tahap dua di sekitar bulan Oktober kalau tidak salah, nanti juga hampir sama kita tambahkan hadiah utama, hadiah utama mungkin kita gagas mobil-lah kalau nanti memungkinkan,” bebernya.
Dikatakannya, warga yang belum mendapat hadiah bakal berkesempatan di tahap kedua.
“Persemester, jadi diawal memang kita berikan di kelurahan ke satu kemudian bisa mendorong yang lainnya yang belum kebagian berita tahap ke satu, mungkin bisa ke tahap kedua dan disela-sela itu kita juga berikan diskon,” katanya.
Selain 15 unit hadiah pihaknya juga memberikan diskon atau keringanan ke pembayar wajib pajak. Setelah sebelumnya sebanyak 2 ribu souvenir telah dibagikan, namun cara ini tak cukup jitu untuk menopang percepatan pembayaran PBB.
“Ternyata, pemberian ini (souvenir) tidak cukup signifikan terhadap optimalisasi penerimaan pajak dari souvenir kemarin yang kita berikan dua ribu souvenir itu bisa meraup sekitar 600 sampai 700 PBB. Jadi, dalam waktu singkat sehari bisa 700-an,” terangnya.
Cara ini dirasa mampu meningkatkan pembayaran pajak yang lebih awal. Pun tunggakan pajak dapat dihindari.
“Harapannya meningkatkan motivasi kepada yang lain supaya bisa membayar PBB pada awal waktu. Juga mengantisipasi tunggakan pajak, karena masyarakat terbiasa melakukan pembayaran di akhir-akhir periode, dan akhirnya malah lupa. Supaya masyarakat bisa membayar lebih awal,” ungkap Tulus.
Guna meraih antusiasme wajib pajak, program pengundian akan dilakukan setiap triwulan. Selain itu, pada periode yang sama Bappeda juga melakukan Safari 6 Kelurahan di Kota Solo. Jelasnya, Safari Kelurahan ini dilakukan dengan mendatangi rumah warga secara langsung untuk membantu pembayaran pajak PBB dan validasi data.
Tujuannya, tentu untuk memudahkan warga membayar pajak di awal periode.
Tercatat hingga akhir Juni lalu Bappeda berhasil memperoleh angka Rp 454 juta dengan total 2.165 wajib pajak melakukan pembayaran.
“Optimalisasi ini juga terkait dengan validasi data sehingga dapat meminimalisir data yang salah sebanyak 2.195 di tahun yang akan datang. Kesalahan data seperti penulisan nama, luas, alamat, dan sebagainya,” lanjutnya.
Ditempat terpisah, Wali Kota Solo Gibran mendorong kesadaran warga Solo akan wajib pajak. Ditambah saat ini berbagai keuntungan bisa diraih wajib dengan akses yang lebih mudah pula. Pembayaran pajak non tunai akan terus digenjot demi peraihan PBB yang lebih optimal.
“Saya mendorong semua warga kota Solo untuk taat pajak. Tadi kan senang sekali tadi dapat motor, dapat alat-alat elektronik mahal-mahal. (Pembayaran pajak) non tunai juga digencet sekarang untuk non tunai lebih convenience (nyaman),” terang Gibran.









