SOLO, MettaNEWS – Dua penyiar radio Metta Solo FM, Iqbal Febrian (Iqbal) dan Ira Rahayu (Rara) baru saja menoreh prestasi membanggakan di ajang pemilihan Duta Generasi Berencana (Genre) Kota Solo tahun 2022. Pada Grand Final Duta Genre yang digelar di Pendapi Gede Balai Kota Solo, Sabtu (25/6/2022) Iqbal terpilih menjadi Juara I Putra Duta Genre sedangkan Rara terpilih menjadi Juara Favorit Putri Duta Genre 2022.
Duta Genre ini memiliki tugas mengedukasi dan menyiapkan kehidupan remaja terkait kependudukan, kesehatan reproduksi, penyiapan kehidupan berkeluarga dan life skill. Wawasan luas, cara berpikir yang kritis, kemampuan memecahkan masalah hingga perencanaan program kerja yang baik menjadi sekian persyaratan yang harus dipenuhi, sehingga proses pemilihan finalis Duta Genre ini tak main-main.
Serangkaian tes harus dilewati keduanya di pendaftaran Duta Genre yang dibuka sejak 3-22 Mei, tes tertulis 30 Mei, tes wawancara 6 Juni, tes tahap akhir 9 Juni. Hingga pada 10 Juni lalu pengumuman 10 finalis tiba, keduanya dinyatakan lolos. Keduanya pun berhak mengikuti karantina selama 3 hari yakni 13-15 Juni, kemudian tahapan berlanjut ke preliminary pada 17 juni. Dengan persiapan yang matang keduanya nampak siap bertempur di grand final pada Sabtu ini.
Iqbal yang terlebih dahulu lolos ke babak 5 besar berhasil menjawab pertanyaan demi pertanyaan dewan juri dengan baik. Melalui pemaparan program Sorak Bersahaja, Iqbal tampil memukau di Grand Final. Pengumuman juara pun dimulai, Iqbal terpilih bersama Silvia Cahaya Oktaria Riri Magdalena sebagai juara I. Sedangkan Rara yang tak terpilih menjadi bagian dari 5 besar dibuat terkejut lantaran namanya disebut dalam pengumunan juara favorit putri Duta Genre 2022.
Mengemban amanat juara I Duta Genre Solo, Iqbal menyebut permasalahan yang menjadi fokus program kerjanya di masa mendatang adalah adanya stunting sehingga ia pun mewanti-wanti generasi remaja di Solo agar memiliki rencana 3W.
“Generasi remaja harus bisa berencana 3 W, well education, planning well carier, well married planning. Permasalahan yang perlu dibenahi di Jateng itu stunting, kita tahu angkanya meningkat drastis,” terang Iqbal saat ditemui MettaNEWS di Pendapi Gede, Balai Kota Solo, Sabtu (25/6/2022).
Melalui advokasi atau program kerja Sorak Bersahaja dirinya akan melakukan sosialisasi edukasi anak remaja di Solo dan menyiapkan pemilihan Duta Genre Provinsi Jawa Tengah di tahun depan.
“Mengingat masih ada anak jalanan yang belum memiliki hak anak di Solo dengan mengimplementasikan 6 pilar life skill, saya berencana mensosialisasikan dan merealisasikan advokasi program kerja, rencana-rencana kegiatan Duta Genre,” jelasnya.
Mahasiswa Unsiri jurusan Ilmu Komunikasi semester 4 ini telah melewati berbagai tahapan yang tak mudah.
“Persiapan mengikuti interview, tes tertulis, tes BNN yang luar biasa mendapatkan pengalaman teman baru chalenging dan pastinya seru. Setiap langkah dalam tahapan karantina saya memberikan yang terbaik dari yang terbaik,” tutupnya.
Sementara itu, Rara yang mengemban amanat sebagai juara favorit berencana untuk berperan aktif dalam sosialisasi Pik-R Duta Genre di Solo baik itu di Car Free Day (CFD) maupun di lokasi pendjadwalan lainnya. Melalui program kerja Educated Through Tiktok and Instagram pihaknya berkomitmen untuk mengedukasi remaja di Solo.
“Merealisasikan advokasi Educated Through Tiktok and Instagram, karena remaja akrab dengan IG dan Tiktok saya pengin mengaktualisasikan advokasi itu,” terang Rara.
Mahasiswa UNS jurusan Ilmu Komunikasi semester 4 ini mengaku legawa saat dirinya tak masuk 5 besar.
“Jujur nggak menyangka karena awalnya 5 besar nggak masuk sudah legawa dari awal, aku mungkin cuma sampai 10 besar aja tapi ternyata pas pengumuman jadi juara favorit seneng pastinya,” tambahnya.
Keduanya yang merupakan penyiar di Radio Metta Solo FM, kembali mengingat perjuangan dalam mengikuti ajang pemilihan Duta Genre Solo 2022, cerita unik dari keduanya membuat Iqbal dan Rara tak akan pernah lupa.
“Persiapan sampai tidur di kantor (radio) Metta, luar biasa sekali, kita pernah nuntun motor bareng karena kehabisan bensin. Pokoknya banyak keseruan yang dilewati tapi karena enjoy jadi seru,” tutup keduanya.








