KEBUMEN, MettaNEWS – Pencarian yang digelar Kantor SAR Cilacap bersama sejumlah aparat dan relawan di Kebumen, gagal menemukan jasad Partiah (46) satu dari dua perempuan yang terseret arus saat menyeberangi Sungai Lukulo di Desa Giritirto, Kecamatan Karanggayam, Kebumen, pada Senin (13/6/2022) lalu.
“Pencarian sudah digelar maksimal dengan mengerahkan segenap daya dan cara. Namun seiring waktu, operasi menjadi tidak lagi berjalan efektif. Maka kami hentikan, meski nanti bisa dilanjutkan lagi apabila ada tanda-tanda yang mengarah pada keberadaan korban,” terang Kepala Kantor SAR Cilacap, Adah Sudarsa dalam siaran pers, Senin (20/6) malam.
Musibah menimpa Partiah, ketika dia bersama tetangganya, Lasini, menyeberangi anak sungai Lukulo yang berarus deras. Keduanya terseret arus, namun Lasini berhasil menyelamatkan diri karena bisa memegang batang kayu. Dia pun sempat meraih tangan Partiah, tapi terlepas dan tenggelam.
Pencarian terhadap Partiah, digelar intensif. Penyisiran dengan perahu karet dilakukan hingga jarak 7 km dari tempat kejadian, sementara itu puluhan relawan juga melakukan body rafting hingga jarak 5 km. Upaya pencarian melibatkan sejumlah instansi dan organisasi relawan seperti BPBD Cilacap dan Kebumen, Polsek Karanggayam, Kowara, Bagana, PMI Kebumen, SAR Tunas Kelapa dan warga masyarakat lainnya.
Namun hingga hari ketujuh, upaya itu nihil, hingga kemudian operasi dinyatakan ditutup.
Saat ini, Kantor SAR Cilacap juga masih menggelar operasi pencarian terhadap seorang nelayan yang terjatuh dari kapal. Korban bernama Masimin bin Sangkun (47), terjatuh dari kapal pencari ikan Rama Jaya, Jumat (17/6) di perairan Puring, Kebumen. Sejumlah saksi menyebut kecelakaan itu terjadi di tengah cuaca buruk, korban terjatuh ke laut sesaat setelah petir menyambar.
SAR gabungan saat ini masih menyisir perairan sejauh 5 mil laut menggunakan perahu karet berlunas keras. Satu tim lainnya, menyisir kawasan pantai sejauh 6 km ke arah barat dari tempat kejadian.







