SOLO, MettaNEWS – Penutupan dan peralihan arus sisi utara pembangunan rel layang (elevated rail) Simpang Joglo, Solo masih terapkan aturan pelarangan kendaraan berat melintas. Hal ini lantaran kendaraan berat dapat menyebabkan terjadinya kemacetan.
Sudah berjalan selama lebih dari satu pekan, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Solo, Heri Prihatno menyebut kendaraan berat menjadi kekhawatirannya sejak dilakukan peralihan arus. Sehingga pihaknya akan melakukan evaluasi terkait larangan ini.
“Memang yang kita khawatirkan dari awal peralihan arus jadi kita tidak kendaraan berat berhenti di atas jembatan. Termasuk arahan dari DPUPR sebenarnya itu tapi kan tidak ada jalan lain Jembatan Ngemplak dan Jembatan Mojo itu,” terang Heri saat ditemui MettaNEWS, Rabu (15/6/2022).
Jumlah kendaraan berat yang biasa melintas di simpang tujuh Joglo cukup banyak. Sehingga kendaraan berat ini dialihkan untuk melewati jalur tol lewat gerbang tol (GT) Colomadu, Karanganyar.
“Kita harapkan bongkar muat di Solo bisa memudahkan kendaraan kecil di Baki. Supaya bisa masuk ke Solo lewat jalur yang sudah direkomendasikan kemudian kemarin sempat kendaraan berat yang membawa bekal masuk tol. Itu juga kita fasilitasi tapi kita harapkan selanjutnya tidak ada itu lagi,” jelasnya.
Kendaraan berat ini diketahui menyalahi aturan meskipun pihaknya telah merekomendasikan jalur yang sesuai. Disebutkan Heri, kendaraan ini tetap masuk karena tidak mengetahui plang pemberitahuan.
“Karena kalau ada kita capek lah setiap malam buang kendaraan berat yang nyelonong atau berspekulasi untuk tidak lewat tol. Alasannya macam-macam tidak ada jalan tidak ada plang seperti itu,” terangnya.
Ketika menjumpai kendaraan berat yang menyalahi ketentuan di tol, pihaknya melakukan pengawalan untuk keluar.
“Kalua informasi dari temen-temen tidak membayar tol tapi dikawal lewat jalan biasa sampai keluar. Tapi kita tidak harapkan itu terulang lagi karena kalua terulang lagi terus terang yang kita khawatirkan tidak ada yang memantau,” ucap Heri.
Sehingga pihaknya akan melakukan sosialisasi kepada sopir kendaraan berat.
“Kendaraan berat itu sempat masih sliweran, mudah-mudahan mereka hanya karena tidak tahu. Tapi kita harapkan sosialisasi masif yang kita lakukan melalui rekan dan paguyuban sopir bisa melaksanakan ketentuan dengan diteruskan insyaAllah,” sebutnya.
Kendaraan berat dari Ngemplak dan Kandang Sapi menjadi fokus perhatian agar tidak melewai Simpang Tujuh Joglo.
“Kalua complain itu karena sudah dilewati kemndaraan berat tapi tidak ada msalah. Tapi yang Ngemplak sama dr. Oen Kandang Sapi itu yang menajdi perhatian khusus. Karena yang nggak dari dr. Oen itu buangan dari Ring Road kalua nggak masuk Joglo masuknya ngiri langsung,” pungkasnya.







