SUKOHARJO, MettaNEWS – Seorang remaja berinisial MFA (16), dan kakeknya, SWW (79) warga Bendosari Sukoharjo dikeroyok sekawanan pemuda di Perempatan RSUD Sukoharjo. Penyebabnya sepele, MFA mengenakan kaos dengan tulisan yang menyinggung kawanan tersebut.
Kasat Reskrim Polres Sukoharjo AKP Teguh Prasetyo, saat konferensi pers, Selasa (14/6/2022) mengungkapkan, peristiwa kekerasan itu terjadi Minggu (12/6) malam lalu. Polisi bergerak cepat melacak dan kemudian menemukan identitas pelaku pengeroyokan yang sempat kabur setelah beraksi.
“Kami berhasil menangkap tiga orang tersangka pelaku, masing-masing berinisial AM (19), RTF (20), dan KW (18), semuanya warga Polokarto, Sukoharjo. Saat ini mereka masih dalam pemeriksaan,” ungkapnya.
Teguh memaparkan, kejadian bermula saat itu korban MFA berboncengan sepeda motor dengan kakeknya, melintas di Jalan dr Muwardi di depan SMA Veteran Sukoharjo. Saat itu dia berpapasan dengan kawanan bersepeda motor. Dalam hitungan detik, kawanan tersebut berbalik arah dan mengejarnya. Kemudian tanpa banyak dialog, mereka memukuli MFA kemudian merampas kaos yang dikenakan.
“Kakek korban, SWW berusaha melerai penganiayaan itu, ikut dipukul juga di bagian perut dan dada. Dia juga diinjak, sehingga pingsan di tepi jalan. Setelah itu kawanan yang kira-kira jumlahnya 50 orang berlalu,” tutur Teguh.
Setelah polisi berhasil menangkap para pelaku, terungkap aksi spontan itu dipicu tulisan Gashak pada kaos yang dikenakan korban. Tulisan dengan hiruf kapital itu mudah dibaca dari jarak belasan meter, dan menurut para pelaku memiliki arti yang mengejek kelompoknya. Di luar itu, mereka mengaku tidak ada masalah dengan korban, bahkan tidak saling mengenal.
Atas perbuatannya tersebut, pelaku dijerat pasal 170 ayat (1) KUH Pidana, dengan ancaman hukuman penjara selama-lamanya lima tahun enam bulan.








