ADUPI Donasi 20 Tong & 200 Kantong Sampah di Solo Car Free Day

oleh
Car Free Day
Tong sampah di Car Free Day (CFD) Solo, Minggu (12/6/2022) | MettaNEWS / Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS – Asosiasi Daur Ulang Sampah Indonesia (ADUPI) memiliki perhatian khusus dengan gelaran Car Free Day (CFD) Solo terutama dalam hal sampah. Lantaran banyaknya sampah yang masih terbuang dan tersebar di beberapa titik jalan CFD membuat organisasi ini berkomitmen untuk mulai menertibkan pembuangan sampah. Melalui donasi 20 gerobak dan tong sampah ke Pemerintah Kota (Pemkot) Solo, cara ini diharapkan mampu menjadi cara efektif agar masyarakat tak lagi membuang sampah sembarangan. Terlebih ADUPI juga menyumbangkan 200 kantong sampah, cara ini selayaknya dapat menjadi cara jitu.

Kali pertama berkolaborasu dengan Pemkot Solo, Ketua Umum ADUPI, Christine Halim menyebut pihaknya ingin melakukan sosialisasi ke masyarakat agar dapat mengumpulkan memilah dan membuang sampah ke tempat yang seharusnya. Dapat memanfaatkan sampah untuk didaur ulang menjadi barang bermanfaat, ADUPI telah merubah sampah menjadi topi, kaos, tas, bantal, boneka.

“Semua itu dapat menambah nilai dari sampah. Selama sampah tidak dibuang sembarangan maka sampah akan menjadi uang. Sampah nggak akan menyakiti kamu, menggunakan plastik asal selalu bijak maka itu tidak masalah,” ucap Christine saat ditemui MettaNEWS di HUT CFD ke-12, depan Loji Gandrung, Solo, Minggu (12/6/2022).

Meningkatkan kesadaran masayarakat, pihaknya menghimbau agar masyarakat dapat menggunakan gerobak dan tong maupun kantong sampah ADUPI.

“Daur ulang ini sebenarnya sudah berjalan bertahun-tahun bahkan puluhan tahun generasi di sini. Saat ini kami bersatu di ADUPI, kami ingin menunjukkan dan mensosialisasikan supaya masyarakat lebih sadar lagi. Karena masalah sampah itu sudah bukan lagi hanya menjadi masalah di indonesia tapi masalah dunia,” terangnya.

Tak hanya di CFD, pihaknya akan berdialog kembali dengan Pemkot Solo, Christine pun menyebut akan berencana untuk memperluas fasilitas sampah untuk menunjang Solo bebas sampah semabarangan.

“Kami akan terus support (dukung). Minimal sampah masuk ke tong sampah jangan ke kali, selokan. Kami selalu kerjasama dengan KLK, Pemkot-pemkot juga jadi ada dampak postifinya. Kalau kita sosialisasi seperti ini masyarakat lebih aware dengan adanya masalah pembuangan yang tidak sebenarnya. Kalau kita kumpulin sampah misal plastik bisa berguna daripada saya buang dan menjadi musibah banjir, selokan macet, penyakit,” tutup Christine.

Hal yang sama juga diungkapkan Dewan Pembina ADUPI, Agus Hartono (Agus) menyebut kapasitas gerobak maupun tong sampah sebesar 500 mililiter.

“Terkadang masayarakat itu memasukkannya (sampah) asal jadi ya sebetulnya kapasitas gerobak itu bisa 500 ml. Kalau yang tong sampah itu bisa 250 ml. Sebetulnya sampah-sampah yang masuk itu kan punya nilai ekonomis. Kantong, gelas, botol plastik yang sebetulnya nilai ekonominya tinggi untuk didaur ulang juga cepat,” ucap Agus.

Melalui tempat keramaian, sampah yang berpotensi untuk dijadikan uang dpat dijual ke pengepul. Sehingga pihaknya akan terus melakukan support dan sosialisasi daur ulang sampah khususnya di Solo.