Komunitas S386, Kawan Lama yang Selalu Ingin Berguna dan Bahagia Bersama

oleh
oleh
Estelu
Komunitas S386 memperingati Hari Bumi dengan gowes bersama dan menanam pohon di eks sekolah mereka, SMP Negeri 3 Surakarta, Minggu (5/6/2022) | dok S386

SOLO, MettaNEWS – Hari masih pagi. Minggu 5/6/2022), sejumlah pria dan perempuan paruh baya, satu persatu menghentikan sepedanya di sudut Jalan Kartini Solo, membentuk kelompok kecil. Lalu berarak-arak mereka mengayuh sepeda menuju ke arah barat. Di belakang mereka, sebuah kendaraan pikap mengikuti, memuat sejumlah bibit pohon.

“Gedung di Jalan Kartini ini dulu sekolah kami, SMP Negeri 3 Surakarta. Kami lulus tahun 1986, sehingga terbentuklah S386 yang kurang lebih mewadahi lulusan SMP 3 tahun 86. Sekarang gedung sekolahnya belum lama ini pindah ke Karangasem, pagi ini kami ingin gowes ke sana sambil memperingati Hari Bumi,” ujar Budi Taryanto, Ketua S386 kepada MettaNews.

Budi memaparkan, reuni angkatannya tak pernah digelar formal apalagi besar-besaran. Pun organisasi dan struktur pengurusnya, dibuat sekadar untuk memudahkan pembagian peran dalam paguyuban.

“Tidak ada yang lebih tinggi atau lebih rendah. Kami cuma kawan lama yang ingin terus bersama-sama, syukur kalau dalam kebersamaan ini bisa melakukan sesuatu yang  bermanfaat untuk sekitar kami,” imbuhnya.

Sekitar 30 menit mengayuh sepeda, konvoi kecil memasuki gedung SMP 3 yang baru di kawasan Karangasem, Laweyan. Gedung itu sudah beberapa tahun, namun terlihat masih kurang hijau karena belum ada pepohonan di halamannya.

“Hari ini kami bersama-sama ingin menanam beberapa pohon. Ada tabebuya, juga ada pohon buah-buahan seperti alpukat dan rambutan. Semoga bisa membuat almamater kami ini lebih hijau, teduh. Sambil kami memperingati Hari Bumi,” ujar ketua panitia kegiatan, Munawar.

Ternyata, kegiatan kecil itu tak hanya dihadiri alumni angkatan 1986. Terlihat di lokasi, bergabung juga beberapa orang dari angkatan 75, 76, 81, dan sebagainya. Juga tampak Ketua DPRD Solo, Budi Prasetyo yang lulusan tahun 1989. Hadir juga pengurus Estelu, organisasi yang menaungi alumni lintas angkatan.

Tak ada seremoni selain menyanyikan lagu Indonesia Raya di halaman. Kemudian para alumni langsung menanam sejumlah pohon, lalu pulang. Tapi sebelum membubarkan diri, mereka makan bersama di warung soto kecil tidak jauh dari gedung sekolah.

“Ya selalu seperti ini kegiatan kami. Sederhana, seadanya. Ini kebetulan ada yang nraktir. Kalau tidak ada juga saweran semampunya. Makan, ketawa-ketawa, sambil kita menggagas kegiatan berikutnya apa,” tutur Munawar menyudahi pertemuan pagi itu.