Bangun Griya Mahasiswa 4 Lantai, Fasilitas untuk UKM Kampus UMS

oleh
oleh
Ground breaking Griya Mahasiswa UMS | dok Humas UMS

SOLO, Metta NEWS – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) membangun gedung 4 lantai sebagai fasilitas untuk Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) kampus. 

Peletakan batu pertama atau ground breaking Griya Mahasiswa UMS dilakukan, Sabtu (21/5/2022) yang dihadiri Ketua BPH UMS, Dahlan Rais, M.Hum dan Rektor UMS, Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si beserta jajaran Rektorat dan perwakilan dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM).

Acara tersebut diawali dengan peletakan batu pertama sekaligus pengoperasian alat berat yang dilakukan oleh Sofyan Anif dan Dahlan Rais.

Bagunan berlantai empat itu, memiliki luas 3.626 m2 dan diharapkan dapat menampung seluruh UKM, termasuk ruang meeting berkapasitas besar, bangunan itu dilengkapi dengan mushola, toilet dan fasilitas olahraga.

“Bangunan diharapkan dapat menampung seluruh UKM di UMS,  juga dapat menampung ruang meeting yang besar, termasuk untuk pentas, terdapat 3 ruang yang dapat digunakan secara bersama, mushola, toilet dan dilengkapi dengan fasilitas olahraga, ” ujar Prof. Dr. Muhammad Da’i.

Rektor UMS Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si. mengatakan pembangunan ini juga sebagai bentuk peningkatan layanan kepada mahasiswa, baik terkait akademik maupun kegiatan yang bersifat non akademik,  serta berharap untuk dapat meningkatkan prestasi mahasiswa dan kepercayaan terhadap UMS.

“Mahasiswa bisa fokus untuk menyusun strategi dalam mencapai prestasi yang diharapkan dan dalam hal ini dapat meningkatkan trust, recognize pengakuan dari Perguruan Tinggi lain baik negeri maupun swasta, dan tidak dipungkiri prestasi mahasiswa memiliki nilai tinggi dalam peningkatan perguruan tinggi,” papar Rektor UMS.

Muhammad Syarof selaku site manager pembangunan mengatakan pembangunan Griya Mahasiswa ditargetkan selesai dalam 10 bulan dan diharapkan sudah dapat disaksikan dan menjadi promosi untuk UMS.

“Pada bulan September dijadwalkan gedung sudah bisa digunakan, bahkan bisa jadi promosi bagi masyarakat Indonesia, utamanya peserta Muktamar,” papar Muhammad Syarof.