Demo Aliansi Pemuda Indonesia Tuntut Jokowi Lengser Sebagai Presiden

oleh
Jokowi
Aksi demo Aliansi Pemuda Indonesia di area patung Slamet Riyadi Solo, Jumat (20/5/2022) | MettaNEWS / Kevin Rama

SOLO, MettaNEWS – Sebanyak 75 hingga 100 orang yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Indonesia melakukan aksi unjuk rasa di area patung Slamet Riyadi Solo, Jumat (20/5/2022). Mereka menuntut kepada Preside Joko Widodo (Jokowi) untuk mengundurkan diri sebagai pemimpin Negara Indonesia.

Meski menyebut diri Aliansi Pemuda Indonesia, mereka tampak berusia di atas rata rata anak muda, bahkan sudah ada yang berumur dan membawa anak mereka yang masih kecil.

Koordinator lapangan aksi, Salman Alfarizi mengatakan bahwa pihakya merasa prihatin dengan nasib rakyat Indonesia dibawah kepemimpinan Presiden Jokowi.

“Selama ini dari pengamatan masyarakat dan rakyat itu tidak hal yang menjerumus kepentingan rakyat dan memajukan negara Indonesia ini. Tidak ada program ke sana, intinya itu, bapak Jokowi lebih mementingkan asing, jadi kami sangat prihatin, yang diperbesar hanya hutang dan hutang,” ungkapnya di sela-sela aksi.

Menurutnya, saat ini kondisi rakyat Indonesia sangat memprihatinkan lantaran banyak pengangguran dan banyak pekerja yang diskorsing oleh perusahaan. Ia pun mempertanyakan untuk siapa uang yang dihutangkan oleh Presiden Jokowi.

“Kan banyak pengangguran, banyak skorsing-skorsing dari perusahaan yang itu notabene-nya tidak ada pesangon yang sudah bekerja. Pemerintah ini untuk siapa, maka kami dengan adanya kondisi yang memperihatinkan ini kami minta kepada Pak Jokowi untuk turun saja,” uajrnya.

Selain itu Salman juga mengatakan lebih baik Jokowi mengundurkan diri jadi jabatan presiden, agar tidak mempermalukan diri sendiri dan keluarganya, menurutnya, dengan turunnya Jokowi dari kepemimpinan akan lebih baik bagi masyarakat.

“Siapapun yang memimpin selama untuk rakyat dan kemajuan bangsa tidak masalah, tapi ini ada masalah yang luar biasa, jadi Pak Jokowi hutangnya Indonesia, hutangnya bapak Jokowi saudah membebani bayi yang belum lahir. Ini kemana, arahnya mau diapakan Negara Kesatuan Republik Indonesia ini,” ujarnya.

Salman juga mengatakan bahwa pihaknya sebelumnnya juga melakuakn aksi dengan tuntutan yang sama di halaman gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Solo.