Masih Ada Pedagang yang Belum Paham Zonasi di Car Free Day, Gibran Lakukan Ini

oleh
CFD Solo
Pedagang Kaki Lima (PKL) di trotoar Jalan Slamet Riyadi pada Car Free Day (CFD) Solo, Minggu (15/5/2022) | MettaNEWS / Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS – Gelaran Car Free Day (CFD) Solo diikuti oleh puluhan pedagang kaki lima (PKL). Para PKL ini telah diatur untuk menempati area trotoar di sepanjang ruas Jalan Slamet Riyadi, Solo. Tidak izinkannya menggunakan jalur lambat, para PKL ini telah diberikan pembagian zonasi.

Namun meskipun begitu, masih terdapat pedagang yang belum memahami zonasi PKL di CFD ini. Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka menyebut akan melakuakn evaluasi terhadap para pedagang di luar Kota Solo.

“Nanti kita evaluasi lah ya. Yang penting Minggu depan kita evaluasi,” terang Gibran.

Dari pantauan MettaNEWS di lokasi, pata PKL ini masih terlihat belum rapi.

“Untuk lebih rapi karena ramai seperti ininya sulit. Terutama para pedagang yang di luar paguyuban,” ucapnya.

Mendapat masukan dari para pedagang yang tidak terakomodir, Gibran menyebut tidak ada pedagang yang diusir.

“Tadi dapet masukan dari pedagang yang tidak terakomodir. Soal retribusi nanti kita atur, pokoknya Minggu depan kita evaluasi. Yang penting antusiasme warga besar, gitu aja,” jelasnya.

Sementara itu, berbeda dengan tahun inu, salah satu pedagang Roti Boymin, Rohman mengaku retribusi CFD di tahun 2020 sebesar Rp 7.000. Untuk saat ini retribusi di CFD pertama gratis untuk kemudian berbayar sebesar Rp 2000.

Sambil menunjukkan kartu retribusi CFD 2020, mengaku mengetahui gelaran CFD kembali di tahun 2022 ini dari Paguyuban CFD Zona 9. Menempati tempat yang sama, Rohman menyebut para pedagang yang berada dalam satu paguyuban dengannya masih berdagang di CFD tahun ini.

“Terkahir jualan di 2020 Maret, kalau tempatnya saya dari dulu di sini ya sudah kaya gini (pembagiannya). Sebelum pandemi yang sudah seperti ini,” ucap Rohmin saat ditemui di CFD Solo, Minggu, (15/5/2022).

Sudah sesuai dengan zonasi yang diberikan oleh Dishub Solo, Rohman menyebut para pedagang di Zona 9 masih sama dengan CFD di tahun 2020.

Tampak lebih ramai di waktu sebelumnya, Rohman menyebut hal ini lantaran baru pertama kali diadakan setelah vakum dua tahun. Menyediakan stok dagangan yang sama dengan tahun sebelumnya, Rohman hanya melkaukan persiapan kecul agar bisa berdagang saja.

“Tadi persiapan dari jam 05.00 WIB, karena kan setelah itu jalan sudah ditutup. Motor sudah nggak boleh lewat lagi,” tutupnya.