SOLO, MettaNEWS –
Event mingguan Car Free Day (CFD) di Solo tidak hanya diisi dengan PKL dan pengunjung. Terdapat hiburan yang ditampilkan dari sejumlah komunitas seperti Egrang dan Wonderful Solo Carnival yang turut hadir pada Minggu, (15/5).
Anggota Komunitas Egrang, Danu mengatakan pihaknya sering mengisi beberapa acara yang ada di Solo maupun sekitarnya. Khusus untuk CFD ini, Danu dan rekan-rekan ingin memeriahkan gelaran pertama agar semakin terasa euforianya. Pernah vakum karena pandemi, Danu menyebut gelaran CFD ini menjadi kali pertama ia dan rekannya tampil di depan publik.
“Komunitas ini ada sekitar 40 anggota. Main di CFD ini ada 4 orang. Karena sempet nggak tampil ini dan juga ini yang pertama, ada sedikit grogi karena kita juga nggak ada latihan. Bisa dibilang ini yang bisa main turun temurun,” ucap Danu salah satu anggota Komunitas Egrang saat ditemui MettaNEWS, Minggu (15/5/2022).
Biasanya Komunitas Egrang ini tampi dibeberapa acara seperti pernikahan dan ulang tahun atau pun beberapa event.
“Ini untuk menyalurkan hobi aja. Di sini (CFD) kami juga melayani foto gratis. Ini kan semua anggota main aja jadi ya gratis untuk memeriahkan CFD. Kalau undangan acara gitu kan beda,” tambahnya.
Wakil Paguyuban Seniman Karnaval Soloraya (Paskas), Eko Prasetyo menyebut kehadiran ia dan rekan-rekan WSC untuk memeriahkan event CFD yang digelar pertama kalinya setelah pandemi dua tahun.
“Hari ini, Minggu (15/5) kami launching prototipe kostum. Untuk yang di depan ini adalah kostum yang kita pakai waktu di Balaikambang. Kita akan melaunching empat prototipe kostum,” ucap Eko saat ditemui MettaNEWS, Minggu (15/5/2022).
Merupakan perayaan seni euforia masyarakat, Eko menyebut terdapat empat tema yang ditampilkan di gelaran CFD.
“Yang pertama ada Wayang Orang Solo, Topeng Ireng. Reong Ponorogo, kemudian ada Jathilan. Dari ke empat tema itu kita olah kita kembangkan menjadi konstum karnaval,” ucap Eko.
Untuk puncak acara ini akan berlangsung pada 23 Juli ini membawa tema yang unik jika dibandingkan dengan tahun lalu. Jika tahun lalu tema ini berasal dari lima kecamatan, namun pada perayaan ini akan lebih meluas karena mengambil tema di luar Kota Solo. untuk mengangkat kesenian tradisi wilayah Solo dan sekitarnya, pihaknya menyebut Paskah akan berkarya lebih jauh. Selain itu kebangkitan ekonomi di Solo yang sudah mulai pulih ini membuatnya mendapatkan angin segar dalam menunjukkan karya.
Paskah ini berisi para seniman di Solo dan sekitarnya untuk membuat dan memperagakan kostum. Merupakan event tahunan. WCS memasuki tahun kedua pada 2022 ini.
“Rencananya nanti dari Pamedan Mangkunegaran sampai Balai Kota Solo kita akan adakan karnaval di Juli mendatang,” pungkas Eko.








