500 an Nakes Solo Terpapar Covid, Lokasi Ini Dipertimbangkan Jadi Tempat Isolasi Khusus Nakes 

oleh
oleh
Ndalem Priyosuhartan
Isoter Ndalem Priyosuhartan | Metta News / Puspita

SOLO, Metta NEWS – Semakin melonjaknya angka kasus Covid harian, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming menegaskan seluruh pihak diminta untuk ketat menjalankan protokol kesehatan. Terlebih data dari Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo yang diterima Gibran, total dari Januari hingga hari ini sudah 500 an lebih tenaga kesehatan yang terpapar Covid-19. 

“Iya, sudah ada 500an nakes yang terpapar. Yang jelas angka kasus aktif memang lagi tinggi-tingginya. Tapi tidak perlu takut,” tegas Gibran ketika ditemui di Balai Kota, Rabu (23/2/2022). 

Meskipun mengurangi jumlah tenaga kesehatan yang sangat dibutuhkan pada kondisi ini, Gibran meyakinkan tidak akan mengganggu pelayanan publik yang berhubungan dengan kesehatan. 

“Kalau memang nakesnya berkurang dan mengganggu pelayanan akan kita carikan relawan. Ini memang ada beberapa puskesmas yang terpaksa ditutup sementara,” ujar Gibran. 

Dengan kondisi ini, Kepala Dinas Kesehatan Kota Solo Siti Wahyuningsih menegaskan tempat isolasi terpusat khusus untuk nakes yang terpapar harus segera diputuskan. 

“Sebanyak 589 nakes terpapar tersebut merupakan data mulai awal Januari sampai pekan ketiga Februari ini. Paling banyak nakes terpapar Covid-19 terjadi pada Februari ini sebanyak 389 nakes,” terang Siti. 

Ratusan nakes yang terpapar ini lanjut Siti berasal dari dua Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), 17 puskesmas, dan sembilan rumah sakit swasta di Solo. 

“Kami sudah mengusulkan pada pemkot untuk menyediakan lokasi isoter khusus bagi nakes yang terpapar. Karena kondisi rumah masing-masing nakes inikan berbeda. Ada yang kos nanti kalau di usir dari kos-kos an karena isoman bagaimana?,” ungkap Siti. 

Siti menambahkan sampai saat ini belum tahu lokasi mana yang akan digunakan untuk tempat isoter para nakes. 

“Kenapa harus disendirikan? karena nakes bisa biar bisa mengawasi diri sendiri. Lokasi yang diusulkan belum tahu, di hotel melati juga ga apa-apa,” tambah Siti.

Berkurangnya tenaga kesehatan ini tentu mengganggu jalannya pelayanan masyarakat. Siti mengatakan meskipun pelayanan pada masyarakat dimaksimalkan tetapi untuk vaksinasi ada yang dihentikan. 

“Dampaknya ke vaksinasi yang di beberapa faskes yang nakesnya terpapar dihentikan dulu karena pelayanan yang lain harus jalan. Apalagi sekarang kunjungan pasien naik dua kali lipat dengan keluhan batuk, pilek dan panas,” papar Siti. 

Sementara itu, Kepala BPBD Kota Solo, Nico Agus Putranto mengatakan pihaknya saat ini tengah mencari lokasi mana yang akan dipilih sebagai tempat isolasi terpusat untuk para nakes. 

“Pemilihan lokasi ini menyesuaikan dengan anggaran yang ada, bisa losmen ataupun hotel. Kitakan juga berpikir bagaimana penjagaannya, Lingkungan sekitarnya juga akan kita perhatikan karena ini menyangkut masyarakat juga,” pungkas Nico.