Wujudkan Identitas dan Estetika Kawasan, Gapura Gandekan–Sangkrah Rotary Solo Raya Diresmikan dalam Kirab Bhinneka ke-10

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS — Sebuah gapura pembatas yang merepresentasikan semangat kolaborasi dan identitas kawasan diresmikan dalam rangkaian Kirab Bhinneka Gandekan ke-10 di Kota Surakarta, Minggu (1/6/2025).

Peresmian gapura tersebut menjadi bagian penting dari kegiatan budaya tahunan yang mengangkat tema “Spirit of Our Values, Journey and Legacy” sebagai refleksi nilai, perjalanan, dan warisan warga Gandekan.

Gapura yang membatasi wilayah Kelurahan Gandekan dan Sangkrah itu telah direvitalisasi dengan dukungan Rotary Club of Solo Raya.

Tidak hanya sebagai penanda batas wilayah administratif, gapura ini dimaknai sebagai simbol keterhubungan sosial antarwarga, sekaligus penguat identitas budaya lokal yang hidup dalam semangat gotong royong.

“Rotary meyakini bahwa pelayanan kepada sesama adalah bentuk pengabdian tertinggi. Melalui pembangunan gapura dan taman keindahan ini, kami ingin memperkuat identitas kawasan sekaligus mempercantik wajah lingkungan Gandekan,” ujar President Rotary Club of Solo Raya, Kristin Susana, dalam sambutannya.

Kristin menjelaskan, taman keindahan yang turut diresmikan bersama gapura bukanlah taman bermain, melainkan elemen estetika yang dirancang khusus untuk menambah nilai visual dan memperkuat karakter kawasan.

“Kami percaya keindahan memiliki kekuatan. Ia mampu mengangkat semangat, menumbuhkan rasa bangga, dan menciptakan suasana tertib serta nyaman,” tuturnya.

Ia juga mengapresiasi Pemerintah Kota Surakarta dan warga Gandekan atas semangat kolaboratif yang ditunjukkan dalam proses pembangunan ini.

“Kirab Kebhinekaan yang menyertai acara hari ini adalah lambang kuat bahwa dalam keberagaman, kita menemukan kekuatan. Kami berharap taman dan gapura ini menjadi warisan bersama yang terus dijaga dan dirawat,” lanjut Kristin.

Wali Kota Surakarta, Respati Ardi turut meresmikan gapura dan prasasti satu dekade Kirab Budaya Gandekan. Ia menekankan bahwa peresmian ini merupakan simbol nyata kolaborasi lintas sektor yang harus terus dijaga dan dikembangkan.

“Gapura ini bukan sekadar struktur fisik. Ia adalah simbol semangat gotong royong, partisipasi aktif masyarakat, dan kehendak kuat untuk mempercantik serta memperkuat identitas kawasan. Kolaborasi seperti inilah yang ingin terus kita dorong di seluruh wilayah Surakarta,” ungkap Respati.

Dalam kesempatan tersebut, juga diluncurkan buku “1 Dekade Kirab Budaya Gandekan” yang mendokumentasikan perjalanan budaya warga selama sepuluh tahun terakhir. Buku ini diharapkan menjadi inspirasi bagi kampung-kampung budaya lain di Solo dalam melestarikan dan mengembangkan tradisi secara berkelanjutan.

Peresmian gapura dan taman keindahan ini menjadi salah satu rangkaian penting dalam Kirab Budaya Gandekan ke-10, yang tidak hanya menghadirkan parade seni dan budaya, tetapi juga membuktikan bahwa pelestarian warisan lokal bisa bersinergi dengan pembangunan ruang-ruang publik yang membanggakan.