Wombats Coffee Jogja Menyapa Solo Lewat Pop-Up Coffee di Hetero Space

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS – Coffee shop asal Yogyakarta, Wombats Coffee, sukses menarik perhatian penikmat kopi Solo lewat kolaborasi pop-up coffee di Hetero Space Solo by Impala Network yang digelar selama dua hari, 31 Januari–1 Februari 2026.

Kolaborasi ini menjadi langkah Wombats Coffee untuk memperkenalkan kedai kopinya ke berbagai daerah di luar Jogja. Dengan konsep pop-up, Wombats Coffee menghadirkan pengalaman ngopi khas Jogja di tengah ruang kerja kreatif Kota Solo.

“Harapannya kedai kopi kecil kami di Wijilan bisa dikenal di mana-mana, dan salah satunya dengan cara berkolaborasi dengan Hetero Space,” tutur Farchan Noor, salah satu founder Wombats Coffee, saat ditemui pada hari pertama pelaksanaan pop-up.

Dalam kolaborasi ini, Wombats Coffee membawa empat menu andalan, yakni Melbourne Finest, Dirty Latte, Montblanc, dan Magic, dengan harga yang dibanderol mulai dari Rp29 ribu hingga Rp35 ribu.

Respons masyarakat Solo pun terbilang antusias. Halaman depan Hetero Space Solo tampak ramai, dengan penjualan mencapai lebih dari 100 cup kopi per hari.

Menurut Farchan, kolaborasi antara coffee shop dan co-working space memberikan nuansa baru bagi para pekerja yang beraktivitas di Hetero Space.

“Kami melihat co-working space dengan kolaborasi kopi itu bisa menghadirkan suasana yang berbeda dan lebih hangat bagi teman-teman yang bekerja di sini,” jelasnya.

Tak hanya pekerja di Hetero Space, masyarakat umum juga terlihat menikmati kehadiran pop-up coffee ini. Pengunjung datang dari berbagai kalangan, mulai dari yang datang sendiri, bersama teman atau pasangan, hingga bersama keluarga untuk sekadar menikmati kopi sore.

Melihat respons positif tersebut, Farchan membuka peluang kolaborasi lanjutan dengan Hetero Space di kota lain.

“Ada kemungkinan kami lanjutkan pop-up coffee di Hetero Space Banyumas. Menyenangkan, ramai, dan semoga bisa berlanjut di kesempatan berikutnya,” pungkasnya.

Kolaborasi Wombats Coffee dan Hetero Space Solo ini menjadi contoh bagaimana sinergi antara pelaku usaha kopi dan ruang kreatif mampu menciptakan pengalaman baru sekaligus memperluas jangkauan brand kopi lokal ke kota-kota lain.