SOLO, MettaNEWS – Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, mengajak generasi muda, khususnya mahasiswa, untuk berperan aktif sebagai agen perubahan melalui penguatan budaya riset dan kajian ilmiah di lingkungan kampus.
Ajakan tersebut disampaikan Astrid saat menghadiri Opening Ceremony dan Studium Generale Akademi Riset Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Jawa Tengah di Ruang Seminar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta (FEB UMS), Sabtu (31/1/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) IMM Jawa Tengah periode 2024–2026 ini diikuti kader IMM dari berbagai daerah di Jawa Tengah.
Akademi Riset IMM digelar sebagai upaya memperkuat tradisi ilmiah, meningkatkan kemampuan berpikir kritis, serta melahirkan mahasiswa yang solutif terhadap berbagai persoalan masyarakat.
Astrid menegaskan bahwa di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan. Menurutnya, peran mahasiswa tidak cukup hanya aktif dalam organisasi, tetapi juga harus unggul dalam bidang akademik dan riset.
“Mahasiswa harus mampu hadir sebagai agen perubahan yang menawarkan solusi konkret. Akademi Riset IMM ini menjadi ruang penting untuk membangun tradisi riset agar gagasan yang lahir berbasis kajian ilmiah,” ujar Astrid.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Akademi Riset IMM Jawa Tengah yang dinilai sejalan dengan kebutuhan pembangunan daerah.
Astrid menegaskan Pemerintah Kota Surakarta terbuka untuk berkolaborasi dengan kalangan akademisi dan mahasiswa dalam mendukung perumusan kebijakan berbasis riset.
Dukungan riset lanjutnya sangat dibutuhkan agar program dan kebijakan pembangunan dapat tepat sasaran serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Oleh karena itu, Astrid mendorong peserta Akademi Riset IMM untuk terus mengembangkan potensi, memperdalam keilmuan, serta melakukan penelitian yang relevan dengan kebutuhan daerah.
“Kami berharap lahir peneliti-peneliti muda yang berintegritas, berwawasan luas, dan mampu berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah maupun nasional,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Umum DPD IMM Jawa Tengah, Nia Nur Pratiwi, menyampaikan bahwa Akademi Riset IMM merupakan program kaderisasi berbasis keilmuan yang bertujuan meningkatkan kapasitas intelektual kader.
Melalui program ini, para peserta diharapkan mampu menghasilkan karya riset yang berkualitas dan bermanfaat bagi masyarakat.
Opening Ceremony dan Studium Generale tersebut menjadi rangkaian awal pelaksanaan Akademi Riset IMM Jawa Tengah. Selanjutnya, kegiatan akan diisi dengan pelatihan, pendampingan penelitian, hingga penyusunan karya ilmiah.
Kegiatan berlangsung antusias dan ditutup dengan diskusi ilmiah sebagai motivasi bagi mahasiswa untuk terus menguatkan peran riset dalam pembangunan bangsa.







