SOLO, MettaNEWS – Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung amanat pemerintah di bidang pendidikan dengan meluluskan 10.855 guru profesional.
Prosesi Yudisium PPG Calon Guru dan Guru Tertentu tersebut digelar di Edutorium KH Ahmad Dahlan UMS, Sabtu (31/1/2026).
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, yang hadir dalam kegiatan tersebut, mengajak para lulusan PPG UMS untuk terus belajar dan mengembangkan potensi diri.
Ia menegaskan bahwa tantangan dunia pendidikan saat ini semakin berkembang dan menuntut guru untuk selalu adaptif.
“Anak-anak kita hari ini mungkin lebih cepat belajar dibanding guru-gurunya. Kalau guru-gurunya kalah langkah, maka muridnya merasa enggak mendapat apa-apa dari sekolah,” kata Fajar.
Peran guru lanjut Fajar, tidak lagi sebatas operator kurikulum, melainkan harus menjadi inspirator, fasilitator, sekaligus arsitek pembelajaran.
“Oleh karena itu, pemerintah terus mendorong peningkatan kemampuan metodologi dan pedagogik berbasis deep learning bagi para guru,” tandasnya.
Fajar juga menekankan pentingnya pergeseran paradigma pembelajaran di kelas. Guru diharapkan mampu mendorong murid untuk melatih nalar kritis dan aktif mengajukan pertanyaan sebagai indikator kualitas berpikir peserta didik.
“Saya pikir inilah tantangan bagi bapak ibu guru semua, mengembangkan kompetensi agar lebih kontekstual dan menghadirkan pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan,” tandasnya.
Dekan FKIP UMS Prof. Dr. Anam Sutopo, M.Pd. menjelaskan bahwa dari total 10.855 lulusan PPG tersebut, sebanyak 281 merupakan calon guru dan 10.574 lainnya adalah calon guru tertentu. Dengan capaian ini, total lulusan PPG UMS sejak 2007 hingga 2025 telah menembus angka lebih dari 130 ribu orang.
“Kami telah membantu pemerintah untuk menerbitkan lebih dari 130 ribu sertifikat profesi guru sejak 2007 hingga 2025, dan para lulusan tersebut tersebar di seluruh Nusantara,” jelas Anam.
Ia menambahkan, FKIP UMS terus mendukung pengembangan dan pembinaan alumni PPG melalui pendirian Balai Pengembangan Profesi Guru dan Tenaga Kependidikan. Lembaga ini difungsikan untuk menyelenggarakan pelatihan, workshop, serta berbagai kegiatan akademik lainnya.
Selain itu, FKIP UMS juga menyiapkan program beasiswa S2 bagi alumni PPG dengan skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Melalui skema ini, masa studi dapat ditempuh lebih singkat, yakni hanya satu tahun.
Rektor UMS Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., dalam sambutannya mengajak para lulusan PPG UMS untuk memanfaatkan seluruh potensi diri demi kemaslahatan umat dan keselamatan peserta didik melalui pendidikan.
Ia mendorong para calon guru untuk terus mengamalkan ilmu yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan di UMS serta senantiasa menjunjung hakikat pendidikan, yakni memartabatkan murid, memartabatkan kehidupan, dan menghadirkan nilai transendensi.
“Sebaik-baik guru adalah yang memberikan manfaat bagi para pelajar melalui pendidikan,” pungkas Harun.







