Warga Antusias Sambut Kembalinya Car Free Day, Ini yang Disiapkan Pemkot Solo

oleh
DLH Solo
Persiapan Car Free Day (CFD) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Solo, Jumat (13/5/2022) | MettaNEWS / Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Solo akan menurunkan 110 personel pada kegiatan mingguan Car Free Day (CFD) Solo, pada Minggu (15/5) mendatang. Banyaknya pengunjung yang memadati lokasi CFD ini tentunya juga berdampak pada banyaknya sampah yang dihasilkan.

“Untuk personel jumlah keseluruhan ada 60 an orang yang rutin kesana di Jalan Slamet Riyadi itu ya. Nah kalau besok di hari Minggu itu kita tambah 50 personel. Itu kan untuk kita coba maksimalkan pengawasan dan edukasi juga tentunya. Tim kami yang biasanya jadi staf koordinasi nanti kita turunkan ke jalan,” jelas Gatot Sutanto, Kepala DLH Solo saat ditemui MettaNEWS, Jumat (13/5/2022).

Diprediksi menjadi luapan euforia masyarakat karena sempat vakum selama dua tahun. CFD ini juga membawa dampak lain seperti sampah yang ditinggalkan oleh pengunjung maupun pedagang kaki lima (PKL).

Gatot ingatkan masyarakat untuk melakukan pemilihan sampah. Terlebih bagi para pedagang yang menghasilkan sampah penjualan, pihaknya akan memakai tong sampah portabel. Dibantu oleh Asosiasi Daur Ulang Sampah Solo, pihaknya juga akan menyediakan trash bag (kantong plastik sampah).

“Kenapa kita pakai yang portabel karena kalau yang ditanam disana masih belum mendukung situasi kondisinya. Karena masyarakat itu kadang-kadang kalau ada tempat sampah yang posisinya tetap disana jadinya tempat pembuangan sampah sementara,” ucap Gatot saat ditemui di DLH Solo, Jumat (13/5/2022).

Meningkat menjadi satu kresek per pengunjung saat CFD. Gatot menyebut pada hari ini biasanya tidak sampai satu kresek per pengguna jalan. Sehingga pihaknya pun akan tetap menertibkan masyarakat akan membuang agar dapat tercipta CFD yang bebas sampah.

“Padahal biasanya pengguna jalan itu hanya bungkus dan sebagainya nggak sampai satu kresek. Tetapi kenyataannya sampai sekarang masih ada satu kresek. Jadi sementara belum (ada penambahan tong sampah). Sambil nanti kita tetapkan CFD itu sebagai kawasan bebas sampah. Sehingga nanti harus betul-betul tertib sampah,” tegasnya.

Sampah-sampah yang diperoleh dari CFD tidak dipilah. Gatot menyebut pemilahan sampah tidak dilakukan di tempat publik melainkan di TPA Putri Cempo, Mojosongo.

“Kalau nanti pemilhan kan di sumber sampah. Bukan di ruang publik seperti jalanan di CFD. Tapi kalau untuk pedagangnya silahkan sampahnya dipilah yang bekas makanan dan sebagainya,” ucapnya.

Diungkapkan Gatot, Pemkot Solo memberikan arahan agar DLH proaktif membantu edukasi dan pembersihan sampah.

“Ya kita kemarin sudah dikomunikasikan dikoordinasikan. Dishub leading sektor CFD, dan dibantu Satpol PP, Dinas Perdagangan (Disdag) dan juga DLH. Karena disitu ada objek-objek yang berkaitan dengan DLH. Semua saling support itu,” ucapnya.

Pada event lain yakni Ngarsapura Night Market, DLH banyak kehilangan ornamen. Sehingga pihaknya akan melakukan evaluasi usai gelaran.

“Pas itu kan kita juga banyak kehilangan ornamen-ornamen. Baik itu kran yang di wastafelnya, jaringan listriknya hilang juga. Kemudian tong sampah, lampu yang di Jalan Adi Sucipto kan ornamen yang Makutho itu juga tethel2 nanti lambat laun kita edukasilah. Semakin banyak yang peduli kan bisa. Yang Pramuka ini juga biar meningkatkan rasa peduli,” jelasnya.

Meskipun begitu, DLH akan memberikan fasilitas yang sama dengan gelaran biasanya. Akan memebentuk counter pelayanan DLH akan membantu masyarakat tentang tata cara permohonan izin usaha.

“Iya kita kasih satu set kita akan bentuk counter pelayanan. Kaya pelayanan DLH bagaimana tata cara permohonan izin. Karena setiap usaha kan ada permohonan izinnya. Jadi kalau mau tanya disitu ya silahkan,” tutur Gatot.