SOLO, MettaNEWS – Pemerintah Kota Solo memperkuat komitmen dalam memperluas akses pendidikan anak usia dini dengan meluncurkan program bantuan Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) PAUD dan tambahan insentif bagi guru PAUD.
Program tersebut resmi diluncurkan Wali Kota Solo Respati Ardi pada acara Gebyar PAUD 2026 di Taman Balekambang, Rabu (29/7/2026).
Respati Ardi mengatakan, kebijakan tersebut menjadi bentuk intervensi pemerintah daerah untuk memastikan anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap memperoleh layanan pendidikan usia dini yang layak. Program ini juga menjadi solusi atas keterbatasan jumlah PAUD negeri di Kota Solo.
“Fokus kita untuk mengutamakan pendidikan anak di usia dini. PAUD negeri sedikit dan kebutuhannya tinggi, maka dari itu kami alokasikan untuk masyarakat yang kurang mampu. Kita berikan layanan di PAUD lalu di sekolah swasta,” kata Respati.
Melalui program tersebut, Pemkot Solo memberikan bantuan SPP sebesar Rp150.000 per bulan kepada 1.609 murid PAUD. Bantuan disalurkan langsung kepada lembaga PAUD agar digunakan sepenuhnya untuk membiayai pendidikan peserta didik.
Respati menjelaskan, penerima bantuan ditetapkan berdasarkan kategori keluarga yang berhak menerima bantuan dengan pendanaan yang bersumber dari APBD Kota Solo.
“Jadi per anak yang dibayarkan Rp150.000, itu nanti bisa diintervensikan langsung diberikan kepada sekolahnya. Yang penting penerimanya memang masuk dalam kategori yang berhak mendapatkan bantuan,” jelasnya.
Tak hanya bagi peserta didik, Pemkot Solo juga meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik melalui tambahan insentif sebesar Rp300.000 per bulan bagi sekitar 400 guru PAUD. Pemberian insentif akan disesuaikan dengan klasifikasi yang ditetapkan Dinas Pendidikan Kota Solo.
“Untuk guru juga ada penambahan insentif sekitar Rp300.000 per bulan. Nanti ada klasifikasinya, akan dijelaskan lebih lanjut oleh Dinas Pendidikan,” kata Respati.
Respati menyebut, program ini merupakan langkah nyata pemerintah untuk menjamin seluruh anak usia dini mendapatkan kesempatan belajar yang sama meski kapasitas PAUD negeri di Kota Solo masih terbatas. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Komisi IV DPRD Kota Solo yang telah mendukung penyusunan hingga realisasi program tersebut.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Solo Dwi Ariatno mengatakan program bantuan SPP dan insentif guru merupakan inisiatif Wali Kota Solo bersama Bunda PAUD Kota Solo dalam memperluas akses layanan pendidikan usia dini.
Menurut Dwi, kebijakan tersebut selaras dengan implementasi wajib belajar 13 tahun yang kini memasukkan jenjang PAUD sebagai bagian dari sistem pendidikan nasional.
Ia mengungkapkan, Kota Solo saat ini hanya memiliki tujuh PAUD negeri, sehingga belum mampu menampung seluruh kebutuhan masyarakat. Karena itu, pemerintah menjalin kemitraan dengan PAUD swasta agar anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap bisa bersekolah tanpa terbebani biaya.
“Anak-anak usia dini diharapkan bisa mendapatkan akses layanan pendidikan bagi yang tidak mampu. Karena kita belum menyediakan fasilitas gratis negeri, dan PAUD negeri kita kan hanya tujuh dan belum cukup memberikan daya tampung. Sehingga mereka boleh sekolah di swasta dan kita dorong kemitraan dengan swasta. Dan karena PAUD swasta berbayar, kelompok tidak mampu ini akan kita biayai,” pungkasnya.








