SOLO, MettaNEWS — Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, mendorong mahasiswa Universitas Sugeng Hartono untuk terus mengembangkan keterampilan digital, inovasi, dan kreativitas guna menjawab tantangan zaman. Hal tersebut ia sampaikan saat menghadiri Seminar Exhibition Technovation di kampus Universitas Sugeng Hartono, Jumat (18/7/2024).
Seminar dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Sugeng Hartono, Assoc. Prof. Jacob F. N. Dethan, S.T., M.Eng.Sc., Ph.D., yang menekankan pentingnya penguatan kompetensi digital dan kolaborasi antarbidang dalam mempersiapkan lulusan yang tangguh di era revolusi industri berbasis teknologi.
Dalam sesi seminar, Astrid tidak hanya memberikan motivasi kepada mahasiswa, namun juga mengunjungi expo hasil karya mahasiswa lintas program studi. Ia menyampaikan apresiasi terhadap beragam proyek yang dipamerkan, mulai dari desain UI/UX, sistem digital, hingga inovasi makanan berbasis gizi.
“Hari ini saya mampir ke kampus Sugeng Hartono. Saya ingin menginspirasi mahasiswa agar terus meningkatkan digital skill, business skill, dan menciptakan inovasi baru,” ujar Astrid.
Ia menambahkan, mahasiswa perlu memiliki keberanian dan kemampuan komunikasi yang baik untuk menampilkan hasil karyanya di level yang lebih luas. “Banyak produk bagus, tinggal bagaimana mereka percaya diri menyampaikannya. Generasi muda harus adaptif dan kreatif,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Astrid juga membuka peluang kolaborasi antara Pemerintah Kota Surakarta dan Universitas Sugeng Hartono melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA). Menurutnya, banyak riset mahasiswa yang relevan untuk mendukung pembangunan Kota Solo.
“Beberapa karya mahasiswa sangat menarik dan bisa kita lanjutkan. BRIDA siap menjalin link and match dengan kampus, termasuk Universitas Sugeng Hartono,” ucapnya.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik, Fitria Ayu Palupi, S.ST., M.Kes., menjelaskan bahwa Technovation adalah bagian dari ujian akhir semester berbasis proyek. Mahasiswa menampilkan produk sesuai bidang studinya, mulai dari inovasi gizi, aplikasi digital, hingga desain bisnis modern.
“Kegiatan ini melibatkan mahasiswa dari semester dua hingga enam. Harapan kami, inovasi yang dipresentasikan bisa terus dikembangkan dan bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.








