SOLO, MettaNEWS — Universitas Sebelas Maret (UNS) menjadi tuan rumah Workshop–Benchmarking Tenaga Kependidikan (Tendik) Bidang Analis Sumber Daya Manusia (SDM) Aparatur dalam Program Tendik Berdampak Tahun 2026.
Kegiatan yang berlangsung pada 6–10 April 2026 di The Alana Hotel & Convention Center Solo ini menjadi bagian dari upaya strategis meningkatkan kompetensi dan profesionalisme tenaga kependidikan di lingkungan perguruan tinggi.
Workshop tersebut dibuka secara daring oleh Brian Yuliarto pada Selasa (7/4/2026). Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa program ini bukan sekadar pelatihan, melainkan langkah membangun fondasi pendidikan tinggi yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Peran Tendik, lanjutnya sangat krusial dalam mendukung mutu dan daya saing perguruan tinggi, meskipun sering kali tidak terlihat di permukaan.
“Peran Tendik mungkin tampak sederhana, tetapi kontribusinya sangat besar dalam memastikan seluruh agenda perguruan tinggi berjalan dengan baik dan berkualitas,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Sumber Daya UNS, E. Muhtar, menjelaskan bahwa Program Tendik Berdampak merupakan inisiatif strategis dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi tahun 2026.
Program ini bertujuan meningkatkan kompetensi teknis, profesional, serta sosio-kultural tenaga kependidikan di perguruan tinggi. UNS sendiri dipercaya sebagai penyelenggara untuk bidang Analis SDM Aparatur, karena dinilai memiliki tata kelola SDM yang baik serta kapasitas institusi yang mumpuni.
“Penunjukan ini merupakan bentuk kepercayaan sekaligus kehormatan bagi UNS untuk berkontribusi dalam pengembangan kapasitas SDM aparatur di tingkat nasional,” terang Muhtar.
Secara nasional, terdapat delapan perguruan tinggi yang ditunjuk sebagai lokasi workshop–benchmarking sesuai bidang masing-masing, di antaranya IPB University, Universitas Gadjah Mada, Universitas Indonesia, Universitas Padjadjaran, Universitas Airlangga, Binus University, serta Universitas Terbuka.
Kegiatan ini dirancang untuk memberikan penguatan komprehensif melalui pelatihan, diskusi, serta berbagi praktik terbaik.
Peserta didorong untuk meningkatkan kompetensi dalam rekrutmen, manajemen kinerja, perencanaan karier, hingga pemanfaatan teknologi informasi dalam layanan kepegawaian.
Selain itu, workshop ini juga menjadi wadah memperkuat kolaborasi dan jejaring antar pengelola kepegawaian perguruan tinggi negeri maupun swasta.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap para analis SDM aparatur mampu menjadi lebih profesional, adaptif, inovatif, dan berdaya saing tinggi, sekaligus memperkuat sinergi antar perguruan tinggi dalam transformasi tata kelola SDM pendidikan tinggi di Indonesia,” pungkas Muhtar.







