SOLO, MettaNEWS – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar International Student Gathering sebagai ajang silaturahmi dan penguatan kebersamaan bagi mahasiswa internasional, Selasa (17/3), di Gedung Induk Siti Walidah UMS. Kegiatan ini menjadi momen istimewa dalam menyemarakkan suasana Ramadan di lingkungan kampus.
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Rektor UMS, Harun Joko Prayitno, yang menyampaikan pentingnya persatuan di tengah keberagaman latar belakang mahasiswa internasional. Ia menegaskan bahwa perbedaan suku, bahasa, dan negara asal dapat menjadi kekuatan jika disatukan dalam semangat kebersamaan.
“Perbedaan itu kita rangkai menjadi kekuatan untuk membangun. Dengan kebersamaan, potensi konflik dapat diminimalisasi,” kata Rektor Harun.
Dalam kesempatan itu, Rektor juga mengajak mahasiswa internasional memanfaatkan Ramadan sebagai momentum penyucian diri dan penguatan keikhlasan. Bahkan, ia membuka pintu rumahnya bagi mahasiswa yang tidak memiliki keluarga di Indonesia untuk merayakan Idulfitri bersama.
“Kami ingin menjadi keluarga bagi Anda selama berada di Indonesia,” tambahnya.
Selain itu, UMS juga menginisiasi kegiatan cooking together sebagai sarana membangun kedekatan informal antara mahasiswa internasional dan pimpinan universitas.
Sementara itu, Kepala Pesantren Mahasiswa Internasional KH Mas Mansyur, Muamaroh, dalam tausiyahnya menekankan bahwa Ramadan merupakan proses pendidikan yang menyeluruh, baik secara spiritual, mental, maupun sosial.
Menurutnya, puasa mengajarkan nilai-nilai universal seperti kesabaran, kejujuran, kedisiplinan, serta kepedulian sosial yang dapat diterapkan oleh siapa saja.
“Ramadan adalah proses pendidikan komunitas. Kita dilatih menjadi pribadi yang lebih baik dan berakhlak,” jelasnya.
Ia juga mendorong mahasiswa internasional untuk aktif berprestasi dan menjadi duta UMS di tingkat global melalui berbagai kompetisi dan forum internasional.
Dalam kesempatan yang sama, mahasiswa asal Pakistan, Muhammad Rehan Sabir, mengaku terkesan dengan kegiatan tersebut. Ia menilai acara ini memberikan kehangatan tersendiri bagi mahasiswa yang berada jauh dari keluarga.
“Acara ini membuat kami merasa tidak sendiri dan lebih terhubung,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi suasana Ramadan di Indonesia yang dinilai unik, terutama dari sisi kuliner dan keramahan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, UMS berharap dapat terus memperkuat ikatan kebersamaan, menciptakan lingkungan inklusif, serta menghadirkan pengalaman Ramadan yang berkesan bagi mahasiswa internasional.








