Transaksi QRIS BRImo di Jawa Tengah Jateng Melesat Rp55 Miliar per Bulan

oleh
QRIS transaksi digital
Ilustrasi transaksi digital melalui QRIS

SEMARANG, MettaNEWS – Bank Indonesia mendorong transaksi digital untuk efisiensi, kecepatan dan keamanan. Bank BRI, melalui fitur pembayaran Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) yang tersedia di BRImo. Mampu mencetak transaksi hingga Rp 55 miliar per bulan di wilayah Jawa Tengah.

“Kami punya 421 unit BRI di wilayah Jateng. Sistem transaksi di pasar berusaha kami edukasi dengan QRIS. Hingga kini terdapat sekitar  130.000 nasabah yang memasang QRIS,” kata Handaru Sakti, Regional CEO BRI Kanwil Semarang, di sela-sela Pasar Rakyat Simpedes di Stadion Semarang, Jumat (19/8/2022) malam.

Ia menambahkan, BRI  terus melakukan transformasi dengan menyediakan fitur pembayaran scan QRIS yang lengkap baik dari sisi nasabah maupun mitra merchant.

“Nilai nominal pembayaran QRIS  terus berproses. Tercatat, saat ini 35-40 persen telah bertransaksi yang angkanya menembus Rp 53 miliar hingga Rp55 miliar per bulan. Kami berharap akhir tahun ini target 100 persen tercapai,” tuturnya.

Fitur itu hadir dalam dua cara. Pertama,  pengguna menunjukkan QRIS pada merchant dan merchant yang akan memindai atau biasa disebut metode Customer Presented Mode (CPM), dalam aplikasi BRImo. Metode ini  juga didukung dengan  fitur QR Pedagang sehingga mitra merchant dapat melakukan pemindaian QRIS secara langsung tanpa perlu tambahan device.

Kemudian cara kedua dilalukan sebaliknya. Yaitu pengguna melakukan pemindaian QRIS yang ada pada merchant atau disebut metode Merchant Presented Mode (MPM).

Di sisi lain Handaru menambahkan, Pasar Rakyat Simpedes di Jateng digelar di Semarang, kemudian Pati, dan Kota Tegal. Melalui ajang ini sekitar  200 lebih UMKM baik binaan BRI maupun binaan stakeholder lainnya berpartisipasi tanpa dipungut biaya.

“Kami ingin para pelaku UMKM kembali bangkit setelah dua tahun lebih terpuruk karena dilanda pandemi Covid-19,” katanya.

Dengan mengusung tagline “Pede memimpin perubahan”, melalui ajang PRS diharapkan para pelaku UMKM lebih pede untuk terus berinovasi terhadap produknya.

Tujuan selanjutnya, kami ingin para pelaku UMKM tak hanya menguasai pasar lokal, tapi juga mampu menembus pasar nasional hingga internasional,” tuturnya.