KUDUS, MettaNEWS – Ketua Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, meninjau peternakan ayam petelur di Desa Tergo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Selasa (27/1/2026). Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap program penguatan ketahanan pangan berbasis keluarga dan komunitas.
Peternakan yang dikelola Kelompok Ternak Pandan Sari itu membudidayakan sekitar 700 ekor ayam petelur. Ayam-ayam tersebut merupakan bantuan dari Kementerian Pertanian RI dalam rangka mendukung ketahanan pangan masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Nawal menyampaikan bahwa peninjauan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan program Gerakan Ibu/Perempuan Menanam Pohon (Rabu Pon) yang digagas TP PKK Jawa Tengah. Gerakan tersebut lanjutnya tidak hanya berfokus pada penanaman pohon, tetapi juga pengembangan budidaya ayam petelur dan ternak lainnya.
“Rabu Pon tidak hanya menanam pohon, tetapi juga menguatkan ketahanan pangan melalui budidaya ayam dan ternak lain yang bisa dikelola keluarga,” tutur Nawal seusai melakukan peninjauan.
Ia menambahkan, Gerakan Rabu Pon juga menjadi bentuk dukungan TP PKK Jawa Tengah terhadap program ketahanan pangan yang pada tahun 2026 menjadi salah satu prioritas pembangunan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen.
Nawal menilai, peternakan ayam yang dikelola Kelompok Ternak Pandan Sari dapat menjadi model yang dikembangkan di daerah lain melalui program Rabu Pon.
“Hari ini kita diperkenalkan dengan peternakan yang luar biasa dan sangat produktif. Ini bisa menjadi salah satu model yang nantinya kita gerakkan dalam program Rabu Pon,” jelasnya.
Lebih lanjut, Nawal menjelaskan bahwa dalam implementasi Rabu Pon, TP PKK Jateng telah menyalurkan bantuan berupa ayam, pakan, serta kandang yang ditempatkan di rumah-rumah warga. Proses budidaya tersebut akan didampingi oleh dinas terkait agar berjalan optimal.
“Kita bantu mulai dari ayam, pakan, sampai perawatan dan pendampingannya bersama dinas terkait,” ungkap istri Wakil Gubernur Jawa Tengah tersebut.
Program serupa, lanjut Nawal, telah berjalan di sejumlah daerah di Jawa Tengah, salah satunya di Kabupaten Purworejo melalui kelompok wanita tani, yang terbukti mampu meningkatkan ketahanan pangan keluarga.
Ke depan, model pengembangan ternak ini akan diarahkan pada komunitas kecil berbasis keluarga, terutama keluarga yang masuk dalam data kemiskinan, sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus kemandirian ekonomi.
“Sasarannya adalah keluarga yang masuk dalam data kemiskinan. Ini sudah kita lakukan di beberapa kabupaten, dan sekarang mulai kita dorong di Kudus,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Kelompok Ternak Pandan Sari Desa Tergo, Agus Suyanto, mengatakan kelompok ternaknya terdiri dari 15 anggota yang mengelola sekitar 700 ekor ayam petelur. Bantuan ayam tersebut diterima dari Kementerian Pertanian RI sekitar satu bulan lalu.
“Setiap hari kami melakukan perawatan, mulai dari membersihkan kandang, mengecek kesehatan ayam, memberi pakan, hingga memanen telur,” ujarnya.
Agus mengaku senang atas kunjungan Ketua TP PKK Provinsi Jawa Tengah dan Ketua TP PKK Kabupaten Kudus. Menurutnya, perhatian dan dukungan pemerintah sangat penting bagi keberlangsungan peternak kecil.
“Kami sebagai pembudidaya ternak ayam siap mendukung program pemerintah, khususnya terkait ketahanan pangan,” pungkasnya.








