SEMARANG, MettaNEWS – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Jawa Tengah terus memperkuat kerja kolaborasi dengan berbagai pihak guna menyukseskan program Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen. Upaya ini dilakukan untuk mewujudkan keluarga yang berdaya dan sejahtera di seluruh wilayah Jawa Tengah.
Ketua TP PKK Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, menegaskan bahwa kolaborasi tidak hanya melibatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tetapi juga BUMD, BUMN, program CSR, Baznas, akademisi, organisasi perempuan, media, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Hal tersebut disampaikan Nawal usai Rapat Pleno TP PKK Jawa Tengah di kantornya, Selasa (6/1/2026). Menurutnya, sinergi lintas sektor menjadi kunci untuk mendukung Asta Cita Menuju Indonesia Emas 2045, sejalan dengan visi TP PKK.
“Kolaborasi sangat diperlukan agar program-program PKK dapat berjalan optimal dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.
Nawal memaparkan, sejumlah program TP PKK Jateng telah menunjukkan hasil positif. Sepanjang 2025, TP PKK Jateng melatih sekitar 200 Kader Paralegal Penggerak Rumah Perlindungan Perempuan dan Anak (Kader Perak) yang turun langsung menangani berbagai kasus di masyarakat.
“Harapannya, pada 2026 akan ada banyak perbaikan dan penguatan kolaborasi dengan UPTD dan RPPA, sehingga dapat membantu mewujudkan Kecamatan Berdaya,” jelasnya.
Di bidang pemberdayaan ekonomi keluarga, TP PKK Jateng juga menggandeng Baznas dan sejumlah OPD. Pada 2026, TP PKK telah meluncurkan Kelompok Usaha Berbasis Keluarga (Kapulaga) di Kabupaten Pekalongan.
“Ke depan, program ini akan dikolaborasikan dengan Dinas Sosial melalui Kelompok Usaha Bersama (Kube). Jadi tidak hanya pelatihan, tetapi juga pembentukan usaha-usaha produktif di masyarakat,” ungkap Nawal.
Selain itu, TP PKK Jateng terus memperkuat pemberdayaan masyarakat melalui program Rabu Pon atau Gerakan Ibu Menanam Pohon. Pada 2025, program yang merupakan implementasi Aku Hatinya PKK tersebut menyasar lima kabupaten, yakni Brebes, Rembang, Purworejo, Banjarnegara, dan Sragen.
“Hasil evaluasi menunjukkan program berjalan baik ketika didampingi Kelompok Wanita Tani (KWT). Karena itu, ke depan KWT akan dilibatkan secara aktif dalam pendampingan program Rabu Pon,” katanya.
Pada tahun ini, Nawal juga mendorong penguatan kerja sama dalam program Pandu Cinta atau Pelayanan Terpadu Pencegahan dan Penanganan Perkawinan Anak di Jawa Tengah. Program tersebut selaras dengan program unggulan nasional Pola Asuh Anak dan Remaja di Era Digital (Paaredi), khususnya dalam upaya pencegahan perkawinan anak.
Selain Pandu Cinta, TP PKK Jateng juga menjalankan berbagai program lainnya, seperti Kikis (Keluarga Indonesia Bebas Kemiskinan Ekstrem), Gemah Ripah (Gemar Olah Sampah Rizki Melimpah), PKK Sigab (Siaga dan Tanggap Bencana), serta Kencan Bumil (Kenali dan Cek Kesehatan Ibu Hamil).
Seluruh program tersebut diarahkan untuk mendukung pembangunan Jawa Tengah yang dipimpin Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, dengan tujuan meningkatkan kualitas hidup keluarga dan masyarakat secara berkelanjutan.








