SOLO, Metta NEWS – Era digitalisasi yang tidak bisa dibendung harus diikuti dengan sumber daya manusia yang capable untuk bisa bersaing meraih ceruk pasar.
Dalam era digitalisasi, Bank Mandiri konsisten mendorong penetrasi digital di masyarakat guna meningkatkan inklusi keuangan digital di dalam negeri. Komitmen ini ditunjukkan perseroan lewat kehadiran Mandiri Digital Center yaitu Mandiri Digipreneur Hub (MDH) dan Mandiri Digital Box (MDB) di Kawasan Solo Techno Park (STP).
Salah satu kegiatan kolaborasi Bank Mandiri dan Solo Techno Park adalah event Content Creator Competition dengan tema alat pembayaran online yaitu QRIS dan aplikasi Livin’ by Mandiri yang dilaksanakan pada periode tanggal 5 sampai dengan 26 April 2022 dan ditutup dengan event workshop dengan tema : Be A Creative Content Creator.
Workshop yang dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 26 April 2022 ini menghadirkan penggiat media sosial Ahmad Thoric untuk memberikan pemahaman dan wawasan tentang potensi ekonomis dari media sosial.
Vice President Bank Mandiri Solo Ony Suryono Widodo, mengungkapkan inisiatif ini digelar sebagai bagian dari kampanye Bank Mandiri sebagai urban locomotive dalam menggairahkan denyut kehidupan Kota Solo, antara lain melalui produk perbankan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat kota. Event ini terbuka untuk siapapun secara gratis dengan hadiah yang menarik dan telah diikuti oleh lebih dari 100 peserta.
“Kita melihat literasi perbankan dari UMKM, mahasiswa masih belum nyambung. Bagaimana membuat laporan keuangan, transaksi di bank itu belum. Ini kita mulai dari yang awal dulu untuk mengenalkan di STP ada Mandiri Digital Center yang di support oleh bank Mandiri dan STP,” jelas Ony di sela-sela workshop Creative Content Creator.
Ony memaparkan, Mandiri Digipreneur Hub mengusung konsep ruang kerja terbuka atau coworking space yang dapat digunakan secara gratis atau tanpa dipungut biaya.
“Bagi masyarakat yang ingin menggunakan dapat mendaftar secara online melalui link : bit.ly/Mandiridigitalcenter Tempat ini didesain untuk menjadi tempat pertemuan, inkubasi, dan pelatihan serta fasilitas podcast terkait kewirausahaan bagi UMKM, start up, kaum muda (pelajar dan mahasiswa) dan masyarakat umum lainnya,” terang Ony.
Harapannya, lanjut Ony, Mandiri Digipreneur Hub dapat menjadi lokasi pilihan utama para penggiat digital maupun pelaku usaha rintisan (startup) untuk menjalin kolaborasi dan menggarap peluang-peluang usaha
“Melalui event ini, kami ingin mensinergikan antara gairah anak muda Solo dalam berselancar di media sosial dengan produk perbankan Bank Mandiri. Tentu saja kami berharap agar produk perbankan Bank Mandiri semakin dikenal dan akrab dengan kaum muda Solo,” kata Ony saat membuka event tersebut bersama Pemimpin UPT Solo Techno Park, Yudit Cahyantoro.
Hadirnya Mandiri Digipreneur Hub di Kawasan Solo Techno Park sejalan dengan keinginan Pemerintah agar UMKM bisa naik kelas dan membangun generasi muda yang melek digital untuk selanjutnya menjadi aktor utama transformasi digital.
Ony melanjutkan, kedepan untuk mendukung Pemerintah Kota Surakarta dalam pengembangan ekosistem digital, Bank Mandiri akan menghadirkan juga Layanan Mandiri Digital Box (MDB), yaitu layanan cabang digital bagi masyarakat untuk bertransaksi di Solo Techno Park.
“Kehadiran Mandiri Digital Center diharapkan dapat menciptakan ekosistem berbasis digital yang lengkap dan berkesinambungan baik bagi UMKM, generasi muda maupun masyarakat umum di kawasan Solo Techno Park dan di sekitarnya,” ujarnya.
Bank Mandiri juga telah menyiapkan dukungan lain untuk pengembangan UMKM, antara lain melalui dukungan pembiayaan dan edukasi literasi keuangan. Dengan Kredit Usaha Rakyat (KUR) misalnya akan dapat membantu pelaku UMKM meningkatkan kapasitas bisnis serta mengakses pembiayaan khusus yang terjangkau dan merupakan program pemerintah untuk mendorong pertumbuhan UMKM.
Pimpinan UPT Solo Techno Park Yudith Cahyantoro menambahkan semenjak pandemi keahlian dalam bidang content creator ini mulai banyak diminati, baik bagi generasi milenial maupun generasi Z.
“Pandemi memberi banyak perubahan. Yang awalnya semua secara offline langsung berubah menjadi online. Dalam hal ini dibutuhkan satu media untuk menjembatani perubahan tersebut,” ungkap Yudith.
Menurut Yudith dengan adanya content creator ini akan menjadi lebih menarik. Untuk berkomunikasi tidak hanya lewat media sosial saja.
“Content creator menghasilkan komunikasi antara produsen dengan konsumen akan semakin baik. Pelatihan seperti ini sangat baik karena di Solo yang mengadakan pelatihan seperti ini dengan volume yang cukup besar baru bank Mandiri,” pungkas Yudith.







