Tinggal Menangkan Satu Laga Lagi, Bhayangkara Presisi Dipastikan ke Grand Final Proliga 2026

oleh
Proliga
Jakarta Bhayangkara Presisi pada laga penutup Final Four seri 2 di GOR Sritex Arena, Solo, Minggu (12/4/2026) malam | Dok. ProligaSurakarta kembali menjadi pusat perayaan Hari Raya Trisuci Waisak 2570 TB tahun 2026. Panitia Sannipata Waisak Kota Surakarta menyiapkan berbagai kegiatan keagamaan, budaya, dan sosial yang berlangsung sepanjang Mei hingga Juni 2026. Hal ini disampaikan Sekretaris Panitia Waisak 2026 Kota Surakarta, Keyza Pramitha saat kunjungan ke kantor Perkumpulan Masyarakat Surakarta (PMS), Sabtu (11/4/2026). Keyza menyebut rangkaian acara ini bertujuan mempererat persaudaraan, memperkuat kerukunan antarumat beragama, serta meningkatkan kepedulian sosial masyarakat. Selain kegiatan keagamaan, acara ini juga membuka ruang partisipasi publik dalam kegiatan budaya dan kemanusiaan. Perayaan Trisuci Waisak 2570 TB di Surakarta menjadi simbol kebersamaan, toleransi, dan kedamaian yang dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat. rangkaian Hari Raya Trisuci Waisak 2570 TB di SurakartaPemasangan Ornamen Seni BudayaKirab Waisak dan Memandikan Rupang Pangeran Siddhartha Pangeran SiddharthaPindapataPuja Bakti Menyambut Detik-Detik WaisakSannipata Waisak

SOLO, MettaNEWS – Juara bertahan tim putra Jakarta Bhayangkara Presisi tinggal memenangkan satu laga lagi dipastikan maju ke Grand Final Roliga 2026 yang akan digelar di Yogyakarta, 21-26 April 2026 mendatang.

Hasil itu didapat setelah memenangkan laga melawan Surabaya Samator dengan skor 3-0 (25-23, 25-21, 25-21) pada laga penutup Final Four seri 2 di GOR Sritex Arena, Solo, Minggu (12/4/2026) malam.

Kemenangan ini bagi sang juara musim 2024 dan 2025 ini merupakan kemenangan ketiganya dari empat lsga di babak final four ini.  Dua kemenangan sebelumnya diraih dari Jakarta Garuda Jaya dan Surabaya Samator pada seri 1 pekan lalu di Surabaya.

Sedangkan satu kekalahan dialami atas Jakarta LavAni Livin’ Transmedia pada laga penutup putaran pertama lalu.

Tim milik Polri itu akan menjalani dua laga  pekan depan di Semarang menghadapi Jakarta Garuda Jaya dan Jakarta LavAni Livin’ Transmedia.

Tim asuhan Ridel Toiran itu sempat mendapat perlawanan dari anak-anak Samator. Meski hanya berlangsung tiga set, namun tidak mudah bagi Rendi Tamamilang dkk untuk menyelesaikan pertandingan.

Pelatih Bhayangkara Presisi, Ridel Toiran mengaku masih banyak yang harus dibenahi dalam timnya.

“Masih ada waktu untuk melakukan evaluasi menuju grand final nanti,” ujar Toiran usai laga.

Sementara itu, manajer tim Samator, Hadi Sampurno mengakui kalau melawan Bhayangkara seperti melawan seniornya.

“Anak-anak kalau melawan Bhayangkara seperti melawan seniornya. Mental mereka langsung turun. Persoalan mental dari anak-anak Samator ini yang kita perbaiki.