SOLO, MettaNEWS – Tiga mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta resmi lolos seleksi dan akan mengikuti Program Asian International Mobility for Students (AIMS) Tahun Akademik 2025. Ketiganya akan berangkat ke Universiti Teknologi Mara (UiTM) Malaysia pada akhir September atau awal Oktober 2025 hingga Februari 2026.
Mahasiswa tersebut adalah Firah Aniq Imtinansyah dan Gilbert Gohnarso dari Program Studi Desain Komunikasi Visual, serta Resha Ron Sae dari Program Studi Film dan Televisi. Mereka berpamitan kepada Rektor ISI Solo dalam acara pelepasan yang digelar di Rektorat, Rabu (17/9/2025).
Rektor ISI Surakarta, Prof. Dr. I Nyoman Sukerna, S.Kar., M.Hum., menyampaikan apresiasi atas capaian ketiga mahasiswa yang berhasil lolos dari seleksi ketat di tingkat nasional.
“Lolos seleksi dari banyak mahasiswa di tingkat nasional untuk mengikuti program pertukaran pelajar internasional merupakan kesempatan yang sangat istimewa. Mahasiswa ISI Solo yang lolos juga turut membawa dan menyebarkan citra baik perguruan tinggi asal,” ujar Rektor.
Hal senada disampaikan Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Bambang Sunarto, S.Sen., M.Sn. Ia menegaskan, dari 11 mahasiswa yang mengikuti seleksi, hanya tiga yang berhasil lolos dan itu menjadi bukti kualitas mahasiswa ISI Solo.
Kepala Pusat Urusan Internasional, Dr. Matheus Wasi Bantolo, S.Sn., M.Sn., menambahkan bahwa keikutsertaan mahasiswa dalam program ini tidak hanya memberi pengalaman akademik, tetapi juga membuka peluang koneksi internasional untuk karier ke depan.
“Mahasiswa akan mendapat pengetahuan kultur kehidupan yang berbeda di luar negeri, sekaligus menjaga dan membawa nama baik ISI Solo serta Indonesia,” katanya.
Dalam kesempatan itu, ketiga mahasiswa juga menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas dukungan yang diberikan kampus. Mereka memohon doa restu untuk dapat menjalani perkuliahan dan kehidupan di luar negeri dengan baik serta mampu memberikan kontribusi positif bagi ISI Solo.
Dengan keikutsertaan dalam Program AIMS 2025 ini, ISI Surakarta kembali membuktikan perannya dalam mendorong mahasiswa berprestasi di tingkat internasional sekaligus memperluas jaringan kerja sama akademik lintas negara.








