Tidak Semua Tamu Doyan Makanan Berbumbu Kuat, Ini Menu yang Disajikan untuk Delegasi G20

oleh
oleh
g20
Menperin Agus Gumiwang meninjau pelaksanaan G20 di Alila Solo, Kamis (31/3/2022) | dok Humas Pemkot Solo

SOLO, Metta NEWS – Menjadi lokasi utama penyelenggaraan event G20 tentu menjadi pengalaman tersendiri bagi Alila Hotel Solo. General Manager Alila Hotel Solo, Teddy Susanto Wiryawan menyampaikan rasa syukur dan terima kasih karena telah dipercaya sebagai pelengkap event besar ini. 

“Persiapan sudah dari beberapa saat lalu. Untuk barang-barang mulai masuk 3 hari sebelum event. Ini kerja bareng, banyak pihak yang saling membantu. Sebagai yang ketempatan kami berterima kasih sudah dipercaya untuk menerima tamu kenegaraan,” kata Teddy ketika ditemui di Alila Hotel, Kamis (31/3/2022). 

Meskipun sudah berpengalaman sebagai hotel yang sering menerima event internasional, Teddy menyebut gelaran G20 memberikan pengalaman yang berbeda dari sebelumnya. 

“Kondisi pandemi masih seperti ini, untuk lokasi utama kita sterilkan setiap hari. Kita disupport penuh dari Polri, TNI, rumah sakit, pemadam kebakaran dan lainnya,” tutur pria yang berpengalaman puluhan tahun sebagai GM ini. 

Tidak hanya soal keamanan dan kesehatan, dari sisi menu menjadi point penting yang disorot saat event-event kenegaraan seperti ini. 

“Kita utamakan mengekspos makanan tradisional Jawa khususnya Solo. Jadi ciri khas makanan Solo dan kita imbangi dengan comfort food para tamu,” ungkap Teddy. 

Karena tidak semua delegasi mau adventure mencoba sesuatu yang baru, Teddy menyebut Alila Hotel  mengkombinasikan dengan beberapa comfort food untuk tamu negara ini. 

“Cuma lokal food memang kita utamakan seperti nasi liwet, selat solo, ikan bumbu, semar mendem banyak makanan khas daerah Solo dan Indonesia yang kita sajikan,” jelasnya. 

Menurut Teddy dengan menghadirkan menu-menu khas daerah terutama Solo ini juga sebagai misi untuk mengangkat makanan tradisional ke mata dunia. 

“Tidak berhenti di makanan, saat penyambutan tamu kami sajikan Solo Batik Fashion dan Gamelan. Biar dunia tahu kalau Solo juga kaya akan budaya,” ungkap Teddy. 

Dengan adanya event besar kelas internasional ini Teddy menyebut sangat membantu kebangkitan perekonomian khususnya di bidang perhotelan dan pariwisata. 

“Ini sangat membantu. Dengan covid yang naik turun kita juga ikut naik turun. Dan saya rasa tidak cuma di kita tapi hampir semua hotel kebagian karena tidak hanya tamu tapi ada vendor, panitia dan pendukung lainnya,” terangnya. 

Dari event ini pula menurut Teddy bisa menjadi pembuktian kalau Kota Solo mampu dan dapat dipercaya untuk menyelenggarakan event-event kaliber internasional 

“Kalau ini berhasil, kedepan kita akan kembali dipercaya. Karena mungkin belum banyak yang tahu kalau sebenarnya kita punya dan mampu untuk ini. Kita juga sanggup untuk event-event sekaliber ini, dengan adanya G20 ini kemampuan Kota Solo jadi terlihatlah,” pungkas Teddy.