Thumasto Kembali Pimpin AREBI DPC Soloraya 2026-2029, Siap Perkuat Kompetensi Broker dan Sambut Gelombang Investasi

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS – Thumasto kembali dipercaya memimpin Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (AREBI) DPC Soloraya untuk periode 2026–2029. Ia terpilih dalam Musyawarah Cabang (Muscab) AREBI DPC Soloraya yang digelar bersamaan dengan Sosialisasi Sertifikasi Profesi Broker Properti dan Seminar Digital Marketing bertajuk “AI Marketing for Property Agent: Kerja Lebih Cerdas, Jualan Lebih Cepat, Closing Lebih Banyak”, di Solo.

Kepercayaan untuk memimpin dua periode berturut-turut tersebut menjadi modal bagi Thumasto untuk melanjutkan berbagai program peningkatan kompetensi broker properti sekaligus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, notaris, perbankan, dan berbagai pemangku kepentingan di sektor properti.

“Hari ini sesi pertama adalah Musyawarah Cabang AREBI Soloraya sekaligus pemilihan ketua, dan saya kembali dipercaya memimpin untuk periode 2026 sampai 2029. Setelah itu kami lanjutkan seminar tentang pemanfaatan AI dalam pemasaran properti dan sosialisasi sertifikasi profesi broker properti,” ujar Thumasto.

Menurutnya, perkembangan teknologi, masuknya investasi ke wilayah Soloraya, serta perubahan regulasi membuat broker properti harus terus meningkatkan kapasitas agar mampu memberikan pelayanan profesional kepada masyarakat maupun investor.

Karena itu, pada periode kepengurusan mendatang, AREBI Soloraya akan memprioritaskan peningkatan kompetensi anggota melalui pelatihan, sertifikasi profesi, hingga pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam pemasaran properti.

Selain itu, organisasi juga akan memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, Badan Pertanahan Nasional (BPN), notaris, dan berbagai instansi terkait guna meminimalkan persoalan transaksi properti yang masih sering terjadi di lapangan.

Thumasto mengungkapkan, masih banyak persoalan yang ditemui, mulai dari ketidaksesuaian status lahan, persoalan Lahan Sawah Dilindungi (LSD), hingga ketidaksinkronan data antarinstansi yang berpotensi menghambat investasi.

Ia menilai broker properti harus memahami aspek hukum, tata ruang, hingga regulasi pertanahan agar dapat memberikan pendampingan yang benar kepada masyarakat maupun investor.

“Yang ingin kami bangun adalah kolaborasi dengan seluruh stakeholder sehingga anggota AREBI mampu memberikan pelayanan yang profesional dan mengurangi potensi persoalan dalam transaksi properti,” katanya.

Ia juga melihat prospek bisnis properti di Soloraya masih sangat menjanjikan. Masuknya investor domestik maupun asing ke wilayah Boyolali, Karanganyar, Sragen, hingga kawasan penyangga Solo dinilai membuka peluang besar bagi para broker properti.

Menurutnya, beberapa kepala daerah di Soloraya bahkan mulai mengajak broker properti untuk ikut menjadi mitra dalam mengarahkan investor agar memperoleh lokasi investasi yang sesuai dengan rencana tata ruang dan peruntukannya.

“Saya melihat semester pertama tahun ini cukup positif. Banyak investor mulai masuk ke wilayah Soloraya sehingga menjadi peluang besar bagi agen properti,” ujarnya.

Ketua DPD AREBI Jawa Tengah, William Nugraha Kusumo Widagdo, menambahkan bahwa Jawa Tengah saat ini menjadi salah satu daerah tujuan utama investasi nasional. Kawasan industri terus berkembang, tidak hanya di Batang dan Kendal, tetapi juga merambah Solo Raya.

Menurutnya, keberadaan jalan tol Trans Jawa, ketersediaan lahan, serta kualitas tenaga kerja menjadi daya tarik utama bagi investor untuk menanamkan modal di Jawa Tengah.

“Solo dan sekitarnya menjadi kawasan yang sangat menarik bagi investor. Pertumbuhan industri akan diikuti berkembangnya sektor komersial dan kebutuhan hunian sehingga prospek bisnis properti masih sangat baik,” katanya.

Melalui kepemimpinan baru tersebut, AREBI DPC Soloraya berharap dapat menjadi organisasi yang semakin profesional, adaptif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan sektor properti dan investasi di Soloraya.