SOLO, MettaNEWS – Komite Olahraga Nasional Indonesia atau KONI Surakarta menyerahkan tali asih pada atlet berprestasi yang berhasil meraih medali di ajang PON XX Papua. Penyerahan tali asih dikemas dalam Konser Malam Penganugerahan Patriot Olahraga, Selasa (28/6/2022) bertempat di Taman Pucangarum Sunan Jogo Kali, Pucangsawit, Jebres.
Pada kesempatan tersebut, mantan Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo dianugerahi penghargaan sebagai Bapak Olahraga.
“Untuk atlet, pelatih dan mantan pelaku olahraga pesan saya warisi apinya bukan abunya. Olahrga adalah bagian dari sebuah pembangunan karakter sumber daya manusia,” tandas Rudy.
Ketua PBSI Surakarta yang menguasai hampir semua cabang olahraga ini telah berhasil merintis kelas khusus olahraga yang sudah berjalan selama 5 tahun ini.
“Harapan saya akan muncul sekolah khusus olahraga. Sehingga Solo yang disebut gudangnya atlet tapi tidak pernah tertoreh namanya, yang terkenal malah sponsornya. Untuk itu SKO akan mulai saya rintis. Saya pengen lahir atlet-atlet seperi Icuk Sugiharto, Bambang Supriyanto dan legenda atlet lainnya dari Solo,” tegas Rudy.
Wakil Walikota Solo Teguh Prakosa dalam sambutannya mnyampaikan terima kasih atas agenda penganugerahan untuk atlet ini.
“Kegiatan ini semakin mendekatkan antara pemerintah dan atlet juga seluruh pelaku cabang olahraga bisa menyatu di sini. Kalau bicara olahraga itu cemistry nya adalah semangat juara. Semangat juara hanya bisa dilalui dengan kerja sama, gotong royong dan konsistensi,” tandasnya.

Wawali menyebut pemerintah Surakarta punya komitmen yang sangat kuat dalam bidang olahraga dan masuk dalam desain perencanaan pembangunan kota jangka menengah dan panjang.
“Ini bukan langkah akhir. Targetnya muncul juara baru di level olimpiade dan sudah mulai muncul dari Angkat Besi, Panahan dan olahraga individual lainnya. Pesan saya harus sposrtif dan bersifat ksatria, jangan melupakan sejarah. Tumbuh dan berprestasi di Solo jangan lupa asalnya,” tegas Teguh.
Sekjend KONI Pusat Ade Lukman Djayadikusuma mengungkapkan Kota Solo terkenal melahirkan atlet-atlet berprestasi.
“Surakarta akan menjadi lebih banyak dikenal oleh masyarakat di luar Indonesia dengan menjadi tuan rumah ASEAN Para Games, setelah itu juga akan ada event pekan beladiri nasional di Solo,” jelas Ade Lukman.








