Tepat Penanganan, KONI Surakarta Gelar Workshop Manajemen Cedera Olahraga

oleh
oleh
wushu Koni
Penampilan tim Wushu Surakarta membuka workshop cedera saat olahraga, Sabtu (21/5/2022) | Metta News / Puspita

SOLO, Metta NEWS – Meningkatkan kapasitas pelaku cabang olahraga KONI Kota Surakarta menggelar Workshop Manajemen Cedera Olahraga, Sabtu (21/5/2022) di Kampus 2 UTP Cengklik Kota Surakarta. 

Bekerjasama dengan PT Taisho Pharmaceutical Indonesia TBK Workshop Manajemen Cedera Olahraga untuk berbagai pengetahuan dan belajar bersama bagaimana manajemen cedera olahraga yang tepat. 

Workshop dibuka oleh Sekretaris Umum KONI Surakarta Her Suprabu mewakili Ketua Umum KONI Lilik Kusnandar. 

Sebagai pemateri pada Workshop Manajemen Cedera Olahraga, Ketua Bidang Pembinaan Prestasi dan Litbang KONI Surakarta Bambang Wijanarko menyampaikan pentingnya para pelatih dan atlet ataupun pelaku olahraga untuk berhati-hati menangani cedera saat olahraga. 

“Workshop manajemen cedera ini sebagai salah satu program kerja KONI dalam rangka peningkatan kapasitas pelatih dalam menangani cedera pada atlet,” tutur Bambang. 

Pada workshop dengan moderator Ketua Bidang Promosi, Humas dan Media Setyo Wiyono disampaikan macam-macam cedera, cara penanganannya serta pencegahan agar tidak terjadi cedera saat olahraga. 

“Pelatih harus mengenal kekuatan atlet kita, jangan diberi beban yang tidak sesuai dengan kemampuan atlet. Ini pentingnya pelatihan agar pelatih paham saat melatih bagaimana teknik-tekniknya agar atlet tidak cedera saat berlatih,” ungkap Bambang. 

Bambang yang juga sebagai praktisi terapis NPC Indonesia ini memaparkan cedera saat olahraga bisa dihindari dengan persiapan sebelum melakukan gerakan olahraga. 

“Sebelum berolahraga tentu harus ada pemanasan. Fisik yang bagus juga menjadi syarat utama berolahraga. Gerakan olahraga yang ekstrim kalau tidak punya fisik yang bagus ya bisa cedera. Semua olahraga membutuhkan kondisi fisik yang bagus,” tuturnya. 

Bambang menjelaskan bila ada yang cedera ada beberapa hal yang bisa dilakukan seperti observasi dengan bertanya dan menyentuh bagian mana yang cedera. Hal ini lanjut Bambang untuk memastikan bahwa yang cedera tersebut dalam kondisi sadar. Bila tidak sadar harus segera dibawa ke rumah sakit. 

Kemudian amati fisik yang cedera apakah ada bengkak, berbeda bentuk dari biasanya, bengkok, dan pegang tempat yang cedera. Minta pemain untuk menggerakan area yang cedera hingga titik engkel. Kalau digerakan sendiri tidak sakit pelatih bisa mendorong dengan digerakkan pasif. Setelah itu atlet coba untuk jalan dan berlari kecil. 

“Biasanya setelah cedera banyak atlet yang dipaksa tetap main, ini tidak bijaksana karena membuat cedera tambah parah nantinya,” tandas Bambang.

Kegiatan ini dihadiri oleh segenap jajaran pengurus KONI Kota Surakarta, Rektor UTP Dr. Winarti, pelatih olahraga, dosen dan mahasiswa prodi olahraga. 

Workshop yang berlangsung dinamis ini juga diisi pemaparan materi dari PT. Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk yang berhubungan dengan cedera nyeri dan inflamasi. 

Ketua panitia kegiatan EH. Heny Nogogini mengatakan workshop ini sangat berguna bagi pelatih dan atlet. 

“Workshop ini sangat berguna dan nyambung dengan tugas kita. Peserta pada kegiatan ini selain pengurus KONI Kota Surakarta juga pelatih cabor, dosen dan mahasiswa prodi olahraga,” jelas Heny. 

Rektor UTP Dr. Winarti menyampaikan apresiasi kegiatan workshop cedera olahraga yang sangat dibutuhkan oleh para pelaku olahraga. 

“UTP telah menjalin kerja sama dengan KONI Surakarta dalam waktu yang cukup lama. Workshop manajemen olahraga ini penting bagi pelatih, atlet, dosen dan mahasiswa olahraga,” kata Rektor Winarti.