Tenis Meja Surakarta Buka Porprov Jateng 2026 dengan Dua Kemenangan, Putra dan Putri Tampil Solid

oleh
oleh

AMBARAWA, MettaNEWS – Tim tenis meja Kota Surakarta mengawali perjuangan di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026 dengan hasil positif. Pada pertandingan penyisihan grup di Gedung Serba Guna Gotong Royong, Ambarawa, Senin (26/10/2026), tim beregu putra menang 3-0 atas Purbalingga, sedangkan tim putri menundukkan Jepara dengan skor 3-1.

Pelatih tim tenis meja Kota Surakarta, Giovani Arya, mengapresiasi penampilan para atlet pada pertandingan pembuka. Menurut dia, para pemain mampu tampil baik dan tenang sehingga bisa meraih kemenangan sesuai target.

“Alhamdulillah, di laga pertama hari pertama ini seluruh pemain tampil baik, tidak nervous, dan sesuai target mampu menang atas Purbalingga di bagian putra dan Jepara di bagian putri,” ujar Giovani.

Pada nomor beregu putra, Kota Surakarta menurunkan Jatmiko, Aji, Anca Daru, dan Nur Fauzi. Sementara itu, tim beregu putri diperkuat Desain Diafragma, Imma Candra, dan Lita.

Meski mengawali kompetisi dengan kemenangan, perjuangan tim Kota Surakarta belum selesai. Pada hari yang sama, tim putra juga dijadwalkan menghadapi Jepara dan Grobogan. Adapun tim putri masih harus berhadapan dengan Cilacap untuk memperebutkan tiket ke babak kedua.

“Kami masih memiliki dua kali laga di bagian putra melawan Jepara dan Grobogan, dan di bagian putri melawan Cilacap. Mohon doanya semoga bisa lolos grup dan meraih target medali yang dibebankan KONI Kota Surakarta,” kata Giovani.

Pengprov PTMSI Soroti Partisipasi Daerah

Porprov XVII Jateng 2026 cabang olahraga tenis meja diikuti 19 tim dari 19 kabupaten/kota. Selain nomor beregu, kompetisi ini juga mempertandingkan nomor perorangan.

Ketua Pengurus Provinsi Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (Pengprov PTMSI) Jawa Tengah, Brigjen Pol (Purn) Lukas Arry, memberikan semangat kepada seluruh atlet agar menunjukkan kemampuan terbaik saat membela daerah masing-masing.

Namun, Lukas menyayangkan belum seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah berpartisipasi dalam cabang olahraga tersebut. Menurut dia, keterlibatan seluruh daerah akan membuat persaingan semakin meriah sekaligus memperluas kesempatan atlet untuk berkembang.

“Harusnya semua kabupaten/kota dapat ambil bagian. Apa sih sulitnya, toh tenis meja merupakan olahraga rakyat dan hampir di setiap sudut kampung selalu ada meja. Ini menjadi PR bagi Pengprov PTMSI untuk mendorong semua PTMSI di daerah agar mendatang dapat mengirimkan timnya,” kata Lukas.

Ia menilai Jawa Tengah memiliki potensi atlet tenis meja yang besar. Karena itu, penyelenggaraan lebih banyak kompetisi di berbagai daerah perlu didorong dengan melibatkan pemangku kepentingan terkait.

Menurut Lukas, semakin banyak turnamen akan membuka peluang bagi pengurus provinsi untuk menemukan bibit-bibit atlet potensial yang dapat diproyeksikan memperkuat Jawa Tengah di berbagai kejuaraan, termasuk Pekan Olahraga Nasional (PON) mendatang.

“Dengan memperbanyak event maka kami dari Pengprov dapat mencari bibit potensi yang diproyeksikan membela Jawa Tengah pada berbagai event termasuk PON mendatang,” pungkasnya.

Bagi tim tenis meja Kota Surakarta, kemenangan pada laga pembuka menjadi modal awal untuk melanjutkan perjuangan di babak penyisihan. Tim putra dan putri kini berupaya menjaga konsistensi permainan demi mengamankan tiket ke babak berikutnya dan memenuhi target medali dari KONI Kota Surakarta.