SOLO, MettaNEWS — Solo Raya Great Sale (SRGS) 2025 sukses menyatukan kekuatan ekonomi antar kawasan. Hingga Minggu ke 3 Juli, mencatat transaksi senilai Rp8,3 triliun dari target Rp10 T. Kegiatan ini juga mampu menjadi contoh nyata dari kerja kolektif antardaerah.
“SRGS bukan sekadar pesta diskon. Ini adalah model kerja aglomerasi ekonomi yang nyata,” ujar Sekretaris Panitia SRGS 2025, Musthofa Safawi, saat menyampaikan perkembangan terkini kegiatan tersebut.
Menurutnya, SRGS 2025 mampu menjembatani kepentingan swasta, pemerintah, dan masyarakat, dari kota hingga kabupaten.
“Seluruh kepala daerah dan Kadin di Solo Raya duduk bersama, melepas ego sektoral demi membangun daya saing bersama,” ungkap Musthofa.
Gelaran ini mencakup 10 subsektor, termasuk sektor jasa, UMKM, dan perbankan. Bahkan partisipasi sektor formal seperti pusat perbelanjaan yang tergabung dalam APPBI dan merek besar nasional seperti MAP turut menguatkan posisi Solo sebagai kawasan yang siap bersaing secara ekonomi.
SRGS juga menjalin sinergi dengan berbagai stakeholder termasuk Bank Indonesia, mall, pasar, dan UMKM untuk mencatat perilaku transaksi secara rinci — baik tunai maupun nontunai.
“Yang paling kami banggakan adalah terciptanya momentum. UMKM kini aktif di hotel, bandara, dan berbagai lokasi strategis. Ini cara kami mendorong optimisme pelaku usaha,” imbuhnya.
Musthofa juga menyampaikan dukungan melalui surat edaran dari Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.
SRGS 2025 menjadi langkah awal menuju transformasi kawasan Solo Raya sebagai pusat perdagangan dan investasi yang inklusif.
“Angka transaksi bukanlah goal dari SRGS.Kita mulai 10 tahun lalu. Sekarang, saatnya kita melihat dampaknya mulai terasa. Tahun berikutnya akan terus kita tingkatkan lagi,” pungkas Musthofa.







