Tekan Inflasi, TPID Surakarta Gelar Pasar Murah, Satu Paket Sembako Seharga Rp25.000

oleh
oleh
Tekan inflasi, TPID adakan pasar murah di 5 kecamatan di Surakarta. Pembukaan pasar murah di Pendopo Kecamatan Jebres oleh Wawali Teguh Prakosa, Senin (7/11/2022) | Metta NEWS / Puspita

SOLO, MettaNEWS – Tim Pengendali Inflasi Daerah atau TPID Surakarta menggelar Pasar Murah dan Gerakan Tanam Cabai untuk membantu mengatasi dampak inflasi pada masyarakat.

Pasar murah yang diadakan di 5 kecamatan ini dibuka oleh Wakil Wali Kota Solo Teguh Prakosa di Pendapa Kecamatan Jebres, Senin (7/11/2022).

Pasar Murah & Gerakan Tanam Cabai ini merupakan serangkaian acara dari Pemerintah Kota dan Bank Indonesia, yang bertujuan mengatur inflasi dan membantu masyarakat di Kota Solo.

Wawali Teguh mengatakan diharapkan pasar murah ini dapat mengurangi beban masyarakat serta dapat bermanfaat bagi masyarakat dan menurunkan angka inflasi. Ia memastikan pemerintah akan tetap mendampingi pemulihan ekonomi masyarakat

“Dengan adanya pasar murah ini agar masyarakat dapat mengurangi sedikit bebannya, dan juga semoga dapat menurunkan angka inflasi di Kota Surakarta. Harapannya agar angka inflasi di kota ini tidak lebih tinggi dari Pusat. Dan kami juga akan tetap mendampingi pemulihan masyarakat, dengan mengadakan acara Pasar Murah serta mensubsidi transportasi. Ekonomi pulih angka inflasi tertekan,” ungkap Teguh.

Wakil Ketua TPID Surakarta yang juga Kepala Perwakilan wilayah Bank Indonesia Solo Nugroho Joko Prastowo menjelaskan masyarakat hanya perlu membayar Rp25.000 untuk mendapatkan paket sembako berisi beras 5 Kg produksi Pedaringan, teh celup satu kotak, minyak goreng 1 liter, gula pasir 1 Kg. Tetapi dengan syarat masyarakat harus mempunyai kupon dari Kelurahan.

“Karena dampak Covid-19 yang belum pulih 100 persen, kota Solo juga sempat tertinggi angka Inflasinya pada bulan September kemarin, dan turun di bulan Oktober tandanya angka inflasi di Solo sudah menurun. Kami menyarankan jika harga daging naik masyarakat bisa mengganti konsumsi menjadi mengonsumsi ayam, lalu jika harga cabai segar naik kita harus mencoba mengonsumsi cabai bubuk sehingga harganya akan tetap stabil,”  ungkap Joko.

Masing-masing Kecamatan mendapat jatah sekitar 3 ribu paket yang pembagian kuponnya disalurkan lewat perangkat kelurahan hingga RT dan RW.

Sebelum pembukaan acara Pasar Murah dan Penanaman Pohon Cabai ini Wali Kota Surakarta, Wakil Wali Kota, Jajaran Bank Indonesia, Lurah Kecamatan Jebres, Camat Kecamatan Jebres dan Forkopimda telah mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah secara Virtual yang dipimpin oleh Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian.