SOLO, MettaNEWS – Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) Solo tutup sementara per hari ini, Kamis (1/9/2022). Di hari pertama penutupan, terlihat beberapa pengunjung luar Solo seperti Purwodadi, Klaten dan Boyolali kecele.
Menurut pantauan MettaNEWS di lokasi, puluhan wisatawan terpaksa mengurungkan niatnya berwisata di TSTJ. Terdapat pula satu rombongan mobil yang membawa 9 orang dewasa dan anak-anak yang akhirnya memutar rencana. Salah satu dalam rombongan tersebut ialah Aidin (30).
“Kecele ini nggak tahu kalau ada penutupan, memang sengaja mau kesini sama anak-anak karena ada satwanya, berangkat dari jam 9 perjalanan dua jam tadi juga macet, habis ini nggak tahu mau kemana,” kata Aidin kepada MettaNEWS, Kamis (1/9/2022).
Berbeda dengan Aidin yang ingin mencari wisata lain, pengunjung lainnya asal Boyolali, Kris (25) bersama rombongannya memutuskan kembali pulang setelah mengatahui TSTJ tutup.
“Mau main sama keluarga sudah direncanakan sebelumnya tapi nggak tahu kalau tutup tadi berangkat dari jam 9, mau langsung pulang saja,” kata Kris.
Dirinya yang tak mengetahui adanya penutupan merasa kecewa lantaran sudah merencanakan liburan di Taman Jurug di waktu senggang.
“Nggak tahu info dari berita atau baca apa pun, ini baru pertama kali kesini, 6 orang 2 anak-anak mau menghibur ponakan, ini karena libur sebelumnya jadi milih di hari ini,” katanya.

Sementara itu, Direktur Utama TSTJ, Bimo Wahyu Widodo mengatakan revitalisasi memakan waktu hingga akhir Desember 2022, saat ini pengerjaan revitalisasi berada di fase satu. Pada fase satu revitalisasi menyasar pada pengerjaan entrance atau pintu masuk ticketing, peremajaan kandang gajah, pengerukan danau dan pembangunan resto.
“Ini kan sudah dimulai untuk entarance, terus pulau, pulau itu di finishing tujuannya untuk satwa primata nanti bisa dipindah ke situ terus nanti kandang yang lama bisa diperbarui,” kata Bimo kepada MettaNEWS, Kamis (1/9/2022).
Terdapat peremajaan kandang 2 gajah Sumatera yang sudah mulai dilakukan sejak Agustus lalu.
“Ya nanti dibangun di belakang dekat rusun, nanti kandang gajah baru di situ, makanya sekarang sudah mulai di urug. Rencananya 23 Desember buka, ya semoga lancar, bisa buka lagi,” katanya.
Pihaknya menjamin ketercukupan pakan satwa dan gaji karyawan selama penutupan sementara dari pendapatan di waktu sebelumnya.
“Yang ngurusi satwa masuk full, kalau yang tidak mengurusi satwa 15 hari kerja, pengunjung selama ini ya normal dari Januari sampai Agustus rata-rata 26 ribuan,” katanya.
Perihal pedagang yang berada di kawasan dalam TSTJ pihaknya belum memberikan sosialisasi hingga hari ini. Dari pantauan MettaNEWS di lokasi, area pedagang nampak sepi tanpa aktivitas berniaga. Hanya ada satu lapak saja yang buka tak jauh dari pintu masuk.
“Pedagang ya nantikeputusan walikota seperti apa ada sosialisasi juga, kita fokus ke danau dulu sama bangun yang area di situ. Tahap 2 penginjung bisa masuk?
Ya semoga bisa masuk, diharapkan begitu, ojo suwe mesakke (jangan lama kasihan) pengunjung dan TSTJ juga,” pungkasnya.









