SOLO, MettaNEWS – Pengunjung Solo Car Free Day (SCFD) Taman Sriwedari tiba-tiba dihebohkan dengan adanya informasi bangunan menara Masjid Taman Sriwedari yang mangkark akan roboh, Minggu (29/5). Hal ini terjadi sekira pukul 08.20 WIB.
Bermula dari adanya terikan dari salah satu pengunjung yang mengatakan menara akan roboh langsung berlari. Sontak hal ini membuat para pengunjung lain ikut panik. Mereka pun akhirnya berlarian untuk menyelamatkan diri.
Suasana sangat kacau, para pengunjung yang berada di trotoar maupun jalan berebut untuk menjauhi area Taman Sriwedari. Tak hanya pengujung para PKL juga meninggalkan lapaknya. Setelah suasana sedikit membaik sekira pukul 08.36 WIB, nampak dari pantauan MettaNEWS terdapat sejumlah pengunjung yang kehilangan alas kaki mapun anaknya.
Tim MettaNEWS berhasil menemui beberapa pengunjung untuk mengetahui penyebab mereka ikut terbawa suasana panik saat kejadian.
Salah satunya Winda, ia percaya bahwa apa yang ia lihat benar-benar menara yang akan roboh.
“Kalau memang ada yang nggak percaya karena nggak di sana. Yang bilang itu cuma awan ya kalau cuma awan itu bener-bener kelihatan di kita sudah doyong Itu juga banyak orang sampai keinjek injek. Lari ke arah barat utara,” tutur Winda saat ditemui tim MettaNEWS, Minggu (29/5/2022).
Winda mengaku mendengar suara saat kejadian. Dikatakan Winda, menara setinggi 99 meter tersebut condong ke sisi selatan dan menimbulkan suara.
“Tadi ada suara makanya langsung pada lari. Kalau kita nggak denger suara paling ya nggak lah itu nggak lari kita. Itu kita lihat sudah miring ada suara krek krek. Dan itu pelan-pelan banget,” ucapnya.
Winda mengaku trauma untuk datang ke SCFD berikutnya. Menurut Winda kejadian robohnya menara tersebut bukanlah ilusi melainkan nyata.
“Ini sampai keinjek-injek. Anak-anak ibu-ibu juga jatuh. Banyak banget uang-uang yang berserakan di situ. Foto-foto robot (cosplayer) uangnya bertebaran ketendang-tendang. Yang robot juga jatuh semua,” tambahnya.
Sementara itu salah seoarng pedagang kaki lima (PKL) di area Taman Sriwedari, Miyati mengaku melihat menara Masjid Sriwedari akan roboh.
“Saya ikut lari tadi kalau barangnya (dagangan) ya biarin yang penting menyelematkan diri. Kalau ambruk kejatuhan kan besok bisa dicari lagi pikir saya. Menaranya itu kaya doyong masalahnya itu di belakangnya kan ada awan yang bergerak. Saya lihat ke atas itu emang rada doyong terus saya lari lagi. Saya lihat itu ya rada doyong apa saya halu (halusinasi) ya,” ucap Miyati.
Miyati yang ikut terbawa suasana panik meninggalkan dagangannya karena takut terjadi hal yang tidak diinginkan.
“Saya ya takut beneran. Tapi mungkin karena panik yang lainnya lari semua saya ya lari,”
Sementara itu, Alshaf yang juga mengatakan melihat menara akan ambruk seperti karena ada gempa.
“Saya tahunya kok lari semua ada apa saya juga lari secepatnya pergi dari situ. Terus ada suara krek gitu. Saya lihat ke belakang untuk bisa tahu mau kari ke kiri atau ke kanan. Menaranya itu doyong saya lihat dengan mata saya sendiri,” tutur Alshaf.
Menanggapi hal ini, Wali Kota Gibran Rakabuming Raka meminta agar tidak ada yang membuat informasi salah.
“Jangan kayak gitu lah (menyebar informasi hoaks),” kata Gibran saat ditemui di Kawasan Ngarsopuro, Solo, Minggu (29/5/2022).
Gibran pun menyayangkan informasi yang terlanjut membuat heboh di SCFD pagi ini. Akibatnya para pedagang di area Taman Sriwedari sempat terkena tabrakan para pengunjung yang berlarian karena panik.
Saat mendapat informasi Masjid Sriwedari Solo terlihat bergoyang ia menyebut hal ini lantaran menara tersebut terdapat pergetakan awan.
“Belum pernah melihat awan. Pertama kali di CFD wah awan. Ya melihat awan kaget awannya bergerak dikira apa,” pungkasnya.
Gibran berharap agar kejadian ini tidak terjadi kembali sehingga ia meminta kepada siapa pun untuk tidak menyebarkan informasi yang salah.







