Tak Hanya Fire Fighting, Ini Kiprah Pemadam Kebakaran Solo Membantu Masyarakat

oleh
Praktik pelatihan pemadaman sederhana oleh petugas Damkar kepada Disabilitas di depan Gedung Damkar Solo, Kamis (31/3/2022) | MettaNEWS / Kevin Rama

SOLO, MettaNEWS – Sepanjang 2021, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Solo mencatat sebanyak lebih dari 300-an Kasus tawon yang berasal dari laporan masyarakat, hal ini menjadi perhatian lebih untuk Damkar Solo terutama untuk tawon jenis Vespa affinis.

Kepala Damkar Solo, Sutarjo saat ditemui di kantor Damkar Solo Kamis (31/3/2022) mengatakan, anggota Damkar itu harus serba bisa, dan serba bisa ini harus terus ditingkatkan, kalau bisa menjadi seperti ‘pawang’.

“Mandalika aja hujan bisa di pawangi kok, ini yang berbentuk makhluk jelas harus nya bisa di pawangi, saya ingin nanti didalami agar bisa menjadi pawang tawon,” ujarnya

Sutarjo juga mengatakan, peningkatkan spesialisasi tawon tersebut diharapakan bisa mempercepat evakuasi terhadap tawon dengan maksimal, sehingga petugasnya tidak hanya mengevakuasi sarangnya saja, tetapi juga mampu mengurangi populasi tawon vespa di masyarakat.

“Saat dievakuasi sarangnya, tawon itu masih ada yang berkeliaran di luar, nah ini bagaimana caranya agar tawon yang di luar itu dapat dievakuasi menjadi satu dengan sarang nya, agar tidak menjadi koloni-koloni baru,” Jelasnya

Bukan hanya tawon, Sutarjo juga menyebut kasus-kasus di luar kebakaran seperti kasus pelaporan ular, evakuasi hewan peliharaan, evakuasi masyarakat saat kesulitan seperti terjatuh kedalam sumur atau terjepit tembok.

“Kalau Damkar di mana-mana seperti pasukan sarwa bisa (serba bisa), ular ditangani, tawon ditangani, Ketika masyarakat tidak bisa menangani kemudian mengubungi Damkar,” pungkasnya.