SUKOHARJO, MettaNEWS – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Sukoharjo, menengarai ada sekitar 3.000 warganya yang tidak memiliki dokumen kependudukan karena berbagai sebab. Langkah jemput bola dilakukan, dan berhasil memberi 346 dokumen kependudukan untuk anak-anak panti asuhan.
Program pemberian dokumen kependudukan bagi para penghuni beberapa panti asuhan dan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) difasilitasi oleh Yayasan Institut Kependudukan Indonesia.
“Hari ini kami serahkan 17 dokumen untuk warga Panti Asuhan Karuna Putri. Harapan kami bisa menjadikan mereka lebih mudah menjalani hak dan kewajiban selaku warga negara,” ujar Kepala Disdukcapil Sukoharjo, Budi Susetyo usai menyerahkan dokumen di Panti Asuhan Karuna Putri, Gentan, Sukoharjo, Rabu (18/5/2022).
346 dokumen kependudukan tersebut antara lain untuk panti Adulam Ministry sebanyak 115 anak, panti asuhan Sinai sebanyak 126 anak, 30 orang dalam gangguan jiwa (ODGJ), 8 anak ketergantungan narkoba, dan panti asuhan Karuna Putri/Putra total sebanyak 67 anak.
Sulit Vaksin
Suster Rosalia, MASF, pengampu Panti Asuhan Karuna Putri mengatakan, permasalahan dokumen sudah lama membelit anak-anak asuhnya yang sebagian besar berasal dari luar Jawa dan kehadirannya di panti sering melewati proses yang serba darurat.
“Salah satu masalah, misalnya dalam masa pandemi kemarin, anak-anak kami sulit mendapatkan vaksin karena tidak ber KTP. Tentu masih banyak lagi hambatan yang ada jika seseorang tidak punya dokumen. Karena itu senang sekali ada uluran tangan, sekarang anak-anak kami lebih punya harapan,” ujarnya.
Budi Susetyo menyebut, untuk anak-anak panti asuhan, pihaknya akan membuatkan Nomor Induk Kependudukan terlebih dahulu pada masing-masing anak. Kemudian mereka akan dimasukkan ke dalam Kartu Keluarga dengan kepala keluarga adalah penanggung jawab panti asuhan.
“Kami menggunakan data dari Sistem Administrasi Kependudukan yang sudah terpadu secara nasional. Kami juga punya aplikasi di Play Store bernama Petan Adminduk. Semuanya sudah dibuat semudah dan sepraktis mungkin, untuk mengurus dokumen kependudukan orang bahkan tidak perlu harus pulang dulu ke tempat asalnya yang mungkin jauh,” tandasnya.
Pengurus Perkumpulan Masyarakat Surakarta (PMS) yang juga Ketua Perhimpunan Karuna Putra dan Putri, Sumartono Hadinoto menyampaikan terima kasih kepada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kab Sukoharjo.
“Terima kasih sekali atas bantuan Disdukcapil Sukoharjo yang telah menerbitkan dokumen kependudukan bagi anak-anak, dan juga kami sampaikan terima kasih kepada Pembina dan Keluarga Besar Institut Kewarganegaraan Indonesia (IKI) yang memfasilitasi sejak proses pemberkasan persyaratan dan pengajuan permohonan,” tutur Sumartono.








