SOLO, MettaNEWS – Perhelatan ajang olahraga disabilitas Asia Tenggara, ASEAN Para Games ke-11 telah selesai sepakan lalu. Sebagai bagian dari sejarah, kini Pemerintah Kota Solo berencana membangun Monumen Obor ASEAN Para Games (APG) di pintu utara Stadion Manahan Solo.
Peninjauan rencana pembangunan monumen ini dihadiri Wakil Wali Kota Solo, Teguh Prakosa, Ketua Komisi III DPRD Kota Solo YF Sukasno dan beberapa kepala dinas Pemkot Solo. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) diberi tanggung jawab untuk mengerjakan proyek ini.
Kepala DPUPR Nur Basuki yang diberi mandat mengerjakan proyek ini membeberkan konsep Monumen Obor APG akan dibuat seperti Plaza Manahan di gerbang utama sisi barat.
“Monumen obor itu satu rangkaian bagian dari sejarah yang nantinya akan ditampilkan didepan. Nantinya orang-orang bisa mengaksesnya, mirip yang selatan. Tapi nggak sama plek, kalau selatan ada air mancurnya kalau sini enggak,” kata Basuki kepada MettaNEWS usai mider praja bersama jajaran Pemkot Solo, Jumat (12/8/2022).
Material monumen obor iniakan dibuat lebih kuat dibandingkan kaldron obor yang berada di dalam Stadion Manahan setinggi 14 meter. Namun secara pasti pihaknya belum menerima konsep final. Pihaknya menjelaskan pembangunan monumen ini hanya akan fokus pada obor APG yang nantinya akan memliki lamp-lampu pendukung kaldron.
“Ini bukan Patung Obor di Fly Over Manahan, melainkan kaldron obor yang dipakai sewaktu APG. Nanti bisa buat nongkrong sama foto-foto tujuannya orang kesitu nantinya kan juga buat foto,” tambahnya.
Setelah dibangun, Monumen Obor APG dapat menjadi spot foto dan juga tempat nongkrong yang baru. Pembangunan monumen ini akan dimulai bersamaan dengan penataan selter Manahan yang dikonsep menjadi food court dan jogging track di sisi barat hingga bulan November 2022.
Belum ada anggaran pasti mengenai proyek ini, pihaknya mengungkapkan desain pembangunan baru akan dibahas dalam Forum Grup Discussion (FGD) bersama pemangku kepentingan.
“Belum tahu anggarannya, desainnya baru kasaran diajukan nanti akan seperti apa di FGD. Materialnya seperti apa, karena material yang asli itu dari besi holo kalau nggak ditopang beton dijalannya atau material yang lebih kuat nanti setahun keropos. Otomatis nanti ada lampu-lampu pendukung kaldron tapi tidak dominan,” bebernya.
Sementara itu, Wali Kota Solo Teguh Prakosa menjelaskan Monumen Obor APG ini dibuat sebagai penanda untuk memudahkan masyarakat yang akan masuk ke Stadion Manahan. Selain itupihaknya juga akan memberi nama pada setiap pintu masuk.
“Besok ada namanya, nunggu dinas biar diajukan ke Pak Wali baiknya namanya apa, supaya pintu-pintu itu atau gate masuk ke stadion itu sudah ada namanya semua. Itu bagian yang mempermudah misalnya besok ada event-event besar di sini, masyaratkat masuk itu sudah tidak bingung lagi seperti kemarin antara undangan dengan tiket jadi satu dan sebagainya,” terang Teguh kepada MettaNEWS.
Berkaca pada penutupan APG beberapa waktu lalu, dikatakan Teguh masyarakat bingung masuk ke dalam Stadion Manahan. Di mana terdapat penonton yang membawa undangan justru tak menempati area yang disediakan lantaran bingung. Selain itu pihaknya ingin Stadion Manahan memiliki kawasan yang sehat dengan ruang terbuka







