145 Tahun Roti Ganep Solo Menggenapi Kebaikan untuk Customer

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS — Di tengah gempuran  tren kuliner kekinian, Roti Ganep justru tetap tegak berdiri selama 145 tahun. Bukan tanpa alasan, bisnis legendaris ini ternyata punya “rahasia” yang tak biasa: tidak semata mengejar keuntungan, tetapi menghadirkan manfaat nyata bagi konsumennya.

Owner Roti Ganep generasi ke-6, Laurensia Liona, mengungkapkan bahwa kunci bertahan lintas zaman adalah konsistensi pada nilai dan keberpihakan pada kebutuhan masyarakat.

“Kalau ekonomi lesu, ya memang terasa. Tapi kami mendukung kebijakan pemerintah, termasuk swasembada pangan. Kami sebisa mungkin tidak bergantung impor, bahan roti kami juga dari lokal seperti olahan ketan dan bolu garut,” jelasnya saat ditemui awak media di Toko Roti Ganep Solo, Kamis (23/4/2026).

Tak berhenti di situ, toko.roti yang beralamat di Jl. Sutan Syahir No. 176 Banjarsari Solo ini juga mulai mengeksplorasi inovasi berbasis hasil pertanian lokal, termasuk pengembangan produk non-terigu. Langkah ini sekaligus menjadi jawaban atas tantangan industri pangan yang terus berubah.

Namun yang paling menarik, Liona justru menegaskan bahwa bisnis baginya bukan soal siapa paling unggul, melainkan siapa yang paling bermanfaat.

“Saya tidak mau jor-joran bilang produk kami paling bagus. Tidak semua orang punya selera yang sama. Ganep itu artinya menggenapi—kami ingin melengkapi kebutuhan gizi masyarakat,” katanya.

Menurutnya, di tengah daya beli masyarakat yang menurun, pelaku usaha tidak bisa memaksakan produk mahal. Justru sebaliknya, Ganep berupaya menghadirkan produk yang terjangkau namun tetap bernilai gizi.

“Tidak sekadar laris, tapi tidak bermanfaat. Kami tidak mau seperti itu. Pasang surut bisnis itu biasa. Dari pandemi Covid-19, kami belajar bahwa ‘cukup’ itu sudah baik,” tambahnya.

Dalam menjaga relevansi, Ganep juga terus berinovasi. Beberapa produk baru yang kini menarik perhatian antara lain roti rendang, roti balado tahu, hingga roti rica ayam. Inovasi ini lahir dari kolaborasi dengan brand bumbu nusantara, Bamboe, yang membuka peluang eksplorasi rasa lebih luas.

Tak hanya itu, tren hidup sehat juga direspons lewat produk roti vegan berbahan sayuran seperti seledri, daun bawang, hingga daun kelor. Produk ini bahkan tidak mengandung bahan hewani maupun gula, menjadikannya alternatif menarik bagi konsumen tertentu.

Menariknya lagi, Ganep juga melayani pesanan custom dengan minimal pemesanan 20 buah. Konsumen bisa menentukan sendiri bahan yang diinginkan, menciptakan pengalaman yang lebih personal dalam menikmati roti.

Di sisi lain, produk legendaris seperti Roti Kecik tetap dipertahankan kualitasnya. Saat ini, produksi roti kecik mencapai sekitar 60 kilogram per hari—bukti bahwa tradisi masih punya tempat di hati masyarakat.

Ke depan, Ganep berfokus pada efisiensi alur kerja agar operasional lebih tertata dan karyawan bisa bekerja lebih optimal. Langkah ini diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara tradisi dan modernisasi.

Di usia yang ke-145 tahun, Roti Ganep membuktikan bahwa bisnis yang bertahan bukan hanya soal strategi, tetapi juga tentang nilai—bagaimana sebuah usaha bisa terus “menggenapi” kebutuhan, bukan sekadar mengejar angka penjualan.